KALTIMPOST.ID, Program makan bergizi gratis (MBG) kembali jadi sorotan. Bukan hanya soal kebersihan dapur atau kelayakan fasilitas, pemerintah kini menekankan bahwa trauma anak dan keresahan orang tua juga harus segera dipulihkan.
“Karena setiap kali kejadian kan ada yang tersakiti ya, setiap kali kejadian kan ada orang tua yang khawatir, setiap kali kejadian kan juga ada kepercayaan publik yang terganggu, yang tergores,” ujar Dadan dalam konferensi pers, Kamis (2/10/2025).
Ia menegaskan, kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mitranya wajib melakukan pendekatan khusus untuk meredakan trauma yang muncul di masyarakat.
Hal ini dianggap penting agar program MBG tetap berjalan lancar dan kembali dipercaya publik.
“SPPG yang bersangkutan, baik itu kepala SPPG maupun mitranya, harus melakukan pendekatan-pendekatan terkait dengan trauma yang muncul di masyarakat,” lanjutnya.
Dadan juga menegaskan bahwa keputusan untuk menutup sementara semua dapur SPPG tidak akan diambil, karena banyak orang tua menunggu anak-anaknya menerima makan bergizi gratis.
“Yang terkait dengan kegiatan MBG, saya tetap diperintahkan oleh Pak Presiden untuk melakukan percepatan-percepatan karena banyak anak, banyak orang tua yang menantikan. Kecuali nanti Pak Presiden mengeluarkan perintah lain,” pungkasnya. ***
Editor : Dwi Puspitarini