KALTIMPOST.ID, Ribuan guru di berbagai daerah tengah dibuat penasaran setelah membuka laman Info GTK dan mendapati tulisan misterius: “Besaran TPG: Null.”
Tulisan itu bukan sekadar tampilan error biasa. Di balik kata “null” tersembunyi alasan penting mengapa Tunjangan Profesi Guru (TPG) triwulan III tahun 2025 belum juga cair.
“Banyak guru kaget karena mengira datanya sudah lengkap, tapi tetap muncul status ‘null’. Padahal artinya bukan dana hilang, melainkan ada proses administrasi yang belum tuntas,” ungkap Suharno, pengamat pendidikan sekaligus mantan operator sekolah, kepada wartawan, Rabu (8/10).
Menurut Suharno, “null” di Info GTK biasanya menandakan sistem belum bisa menampilkan besaran tunjangan karena ada data guru yang belum tervalidasi penuh.
Baca Juga: Ramai Kabar Gaji ASN Naik dan Dirapel Oktober 2025, Pemerintah Akhirnya Buka Suara!
“Sederhananya, kalau muncul ‘null’, itu sinyal agar guru segera cek data di Dapodik dan pastikan semua sinkron,” ujarnya.
Selain “null”, sejumlah kode status juga sering muncul dan kerap membuat bingung. Misalnya:
- Kode 01 berarti beban mengajar tidak linier, atau guru mengajar mapel yang tidak sesuai sertifikat pendidik.
- Kode 02 menunjukkan jam mengajar belum memenuhi syarat 24 jam tatap muka per minggu.
- Kode 04 berarti data belum valid atau NRG belum terverifikasi.
- Kode 07 tandanya menunggu SKTP terbit — kabar baik, karena tinggal selangkah menuju pencairan.
- Kode 08 yang paling ditunggu, menandakan semua sudah valid dan tinggal menunggu transfer dana.
Namun, kemunculan kode-kode tersebut bukan berarti TPG tak akan cair.
“Justru itu panduan penting bagi guru untuk tahu letak masalahnya di mana. Jangan panik dulu, cek data, dan komunikasikan dengan operator sekolah,” jelas Suharno.
Baca Juga: Fakta Mengejutkan di Balik Rumor Tesla Pi Phone, Jangan Salah Paham!
Banyak guru mengaku baru mengetahui bahwa sinkronisasi Dapodik yang terlambat bisa menjadi penyebab utama keterlambatan TPG.
Selain itu, rekening tidak valid atau tidak sesuai nama juga kerap menghambat proses transfer dana.
Guru juga disarankan rutin memantau Info GTK minimal sekali setiap triwulan.
“Info GTK itu bukan sekadar laman administrasi, tapi cermin kedisiplinan data guru. Kalau rutin dicek, masalah bisa diselesaikan sebelum telat,” tambah Suharno.
Baca Juga: Ramai Kabar Gaji ASN Naik dan Dirapel Oktober 2025, Pemerintah Akhirnya Buka Suara!
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga tengah memperbarui sistem Info GTK agar lebih mudah dipahami dan transparan.
Harapannya, ke depan tak ada lagi kebingungan saat pencairan TPG berlangsung.
Pada akhirnya, pencairan TPG bukan sekadar angka di rekening, tapi bentuk penghargaan atas dedikasi para pendidik.***
Editor : Dwi Puspitarini