Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Terungkap! Biaya Dukungan Keamanan AS untuk Israel Rp 360 Triliun, Tanpa Itu Sulit Bertahan

Ari Arief • Kamis, 9 Oktober 2025 | 10:40 WIB

BERTEMU: Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (kiri) saat bertemu Presiden AS, Donald Trump.
BERTEMU: Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (kiri) saat bertemu Presiden AS, Donald Trump.
KALTIMPOST.ID – Amerika Serikat (AS) telah menyalurkan bantuan militer setidaknya sebesar USD 21,7 miliar (sekitar Rp 360 triliun) kepada Israel sejak pecahnya perang di Gaza dua tahun lalu. Jumlah signifikan ini mencakup periode pemerintahan Joe Biden dan Donald Trump.

Data ini merupakan hasil dari sebuah studi akademis baru yang diterbitkan pada Selasa (8/10). Tanggal publikasi ini bertepatan dengan peringatan dua tahun serangan Hamas di Israel pada 7 Oktober 2023, yang menjadi pemicu utama konflik tersebut.

Sebuah studi terpisah yang juga dirilis oleh Proyek Costs of War dari Watson School of International and Public Affairs, Universitas Brown, menaksir bahwa total pengeluaran AS untuk bantuan keamanan dan operasi di kawasan Timur Tengah secara keseluruhan selama dua tahun terakhir telah melampaui USD 10 miliar. Informasi ini dikonfirmasi oleh laporan dari AP.

Meskipun sebagian besar laporannya didasarkan pada sumber-sumber terbuka, temuan dari kedua studi ini menyajikan gambaran yang komprehensif mengenai skala bantuan militer AS kepada sekutu utamanya, Israel, dan perkiraan biaya keterlibatan militer langsung AS di Timur Tengah.

Para penulis laporan utama berargumen bahwa, tanpa dukungan AS, Israel akan sulit mempertahankan operasi militer intensif mereka melawan Hamas di Gaza.

Mereka juga mencatat bahwa ada proyeksi puluhan miliar dolar bantuan tambahan untuk Israel melalui berbagai perjanjian bilateral.

Laporan utama merinci bahwa AS memberikan USD 17,9 miliar kepada Israel pada tahun pertama perang, ketika Presiden Biden menjabat, dan USD 3,8 miliar pada tahun kedua. Sebagian dari bantuan ini sudah disalurkan, dan sisanya direncanakan untuk beberapa tahun ke depan.

Terkait angka-angka bantuan ini, Kementerian Luar Negeri AS belum memberikan tanggapan. Sementara itu, Gedung Putih mengarahkan pertanyaan kepada Kementerian Pertahanan AS (Pentagon), yang hanya mengelola sebagian dari total bantuan yang diberikan.

Laporan utama disusun bekerja sama dengan Quincy Institute for Responsible Statecraft yang berbasis di Washington.

Lembaga ini pernah dituduh oleh sejumlah kelompok pro-Israel bersikap isolasionis dan anti-Israel, sebuah tuduhan yang dibantah oleh Quincy Institute.

Sementara itu, laporan kedua, yang menganalisis pengeluaran AS untuk aktivitas militer di Timur Tengah yang lebih luas – seperti serangan terhadap pemberontak Houthi di Yaman dan fasilitas nuklir Iran – memperkirakan biayanya berkisar antara USD 9,65 miliar hingga USD 12 miliar sejak 7 Oktober 2023.

Angka ini mencakup perkiraan USD 2 miliar hingga USD 2,25 miliar untuk serangan dan biaya terkait di Iran pada bulan Juni. (*)

Editor : Almasrifah
#Watson School of International and Public Affairs #amerika serikat #Israel #bantuan militer #gaza #donald trump