KALTIMPOST.ID, Amerika Serikat (AS) mengirimkan sekitar 200 personel militer ke Israel untuk membantu pengawasan dan dukungan terhadap kesepakatan gencatan senjata yang baru.
Informasi ini disampaikan oleh seorang pejabat senior AS kepada kantor berita The Associated Press.
Seperti dilaporkan Aljazeera pada Jumat (10/10), pejabat yang tidak disebutkan identitasnya tersebut mengungkapkan bahwa pasukan akan ditempatkan di Israel, di mana Komando Pusat AS (US Central Command) akan mendirikan sebuah "pusat koordinasi sipil-militer".
Pusat komando ini, kata pejabat itu, akan berperan dalam memfasilitasi kelancaran arus bantuan kemanusiaan serta dukungan logistik dan keamanan menuju Gaza.
Pejabat tersebut secara tegas menyatakan bahwa tidak ada pasukan AS yang akan dikirim langsung ke wilayah Palestina tersebut.
Kontingen pasukan ini akan menjadi bagian dari tim yang lebih luas, melibatkan negara-negara mitra, organisasi non-pemerintah, dan pihak dari sektor swasta.
Sebagai perbandingan, tahun sebelumnya, AS pernah menempatkan sekitar 100 tentara di Israel untuk membantu pengoperasian sistem pertahanan udara.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menyepakati fase pertama dari perjanjian Gaza. “Saya bangga mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menandatangani tahap pertama dari rencana perdamaian kami,” ujar Trump.
“Ini berarti seluruh tahanan akan segera dibebaskan, dan Israel akan menarik pasukannya ke garis yang telah disepakati, sebagai langkah awal menuju perdamaian yang kuat, abadi, dan berkelanjutan,” tambah Trump.
Melalui unggahan di platform media sosial Truth Social miliknya, Presiden AS itu menekankan bahwa "semua pihak akan diperlakukan secara adil."
“Ini adalah hari yang luar biasa bagi dunia Arab dan Islam, bagi Israel, bagi semua negara tetangga, dan bagi Amerika Serikat. Kami menyampaikan terima kasih kepada para mediator dari Qatar, Mesir, dan Turki yang telah bekerja sama dengan kami untuk mencapai peristiwa bersejarah dan tak tertandingi ini. Seluruh apresiasi kami berikan kepada para pembawa perdamaian,” tutup Trump.***
Editor : Dwi Puspitarini