KALTIMPOST.ID, Pemerintah memastikan bahwa anggaran bantuan sosial (bansos) masih sangat aman. Hal itu ditegaskan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menanggapi pertanyaan publik soal kesiapan dana untuk program Bantuan Langsung Tunai (BLT) tambahan senilai Rp30 triliun.
Dalam pernyataannya yang kini ramai dibicarakan, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tidak sedang kekurangan uang untuk membantu rakyat.
“Anggaran dari kita kan dari APBN. Kita kaya kok, jangan anggap kita miskin. Gini-gini kaya juga. Kalau Rp30 triliun aja bisa lah,” ujarnya seperti Minggu (19/10) lalu
Baca Juga: BLT Kesra Rp900 Ribu Cair Mulai 20 Oktober 2025, Ini Cara Cek Daftar Penerima
Purbaya menjelaskan bahwa dana Rp30 triliun tersebut dialokasikan untuk memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat di tengah tekanan harga dan kebutuhan yang terus meningkat menjelang akhir tahun. Menurutnya, pemerintah siap menyalurkan tambahan bantuan sosial agar kelompok masyarakat rentan tidak semakin terpuruk.
“Dana itu sudah dihitung secara matang. Pemerintah berkomitmen memastikan bantuan sosial tetap berjalan, termasuk untuk kelompok miskin dan berpenghasilan rendah,” katanya.
Pernyataan “kita kaya kok” yang dilontarkan Purbaya memicu beragam respons publik. Sebagian menilai ucapan tersebut menggambarkan optimisme pemerintah terhadap kekuatan fiskal negara. Namun, sebagian lain menilai perlu ada kehati-hatian dalam mengelola anggaran besar agar tetap tepat sasaran dan transparan.
Baca Juga: BSU 2025 Segera Cair, Begini Cara Update Rekening Secara Online Lewat JMO
Ekonom menilai bahwa pernyataan itu menunjukkan kepercayaan diri pemerintah dalam mengelola APBN 2025 yang masih dalam posisi sehat, dengan penerimaan pajak dan belanja negara yang terus tumbuh positif.
Purbaya menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini bukan hanya menyediakan dana, tetapi juga memastikan penyalurannya efektif. Pemerintah terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait agar BLT sampai langsung ke rekening penerima tanpa potongan atau keterlambatan.
“Yang penting bukan besar kecilnya anggaran, tapi bagaimana manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh rakyat,” tuturnya.
Dengan anggaran tambahan Rp30 triliun ini, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama di tengah kenaikan harga bahan pokok dan energi. Program BLT ini juga menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas sosial dan ekonomi menjelang akhir tahun 2025.
Editor : Ilmidza