Peristiwa ini terjadi pada Jumat sore, 24 Oktober 2025, sekitar pukul 16.30 WIB, dan terekam dalam video yang kemudian beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, tampak mobil ambulans berhenti di depan rumah duka di Panjalu.
Beberapa warga sibuk menurunkan jenazah dari pintu belakang, sementara dari sisi depan, sang sopir terlihat terkulai di kursinya.
Ketika pintu mobil sedikit dibuka, tubuh Wahyu terjatuh ke tanah. Warga yang berada di lokasi spontan berhamburan untuk memberi pertolongan.
Kepala Dusun Hujung Tiwu 2, Rudi Soleh Komarudin, membenarkan kejadian tersebut. “Betul, saat warga menurunkan jenazah, Mang Wahyu tiba-tiba jatuh dan tak sadarkan diri,” ujarnya saat dihubungi, Minggu, 26 Oktober 2025.
Warga segera membawa Wahyu ke puskesmas menggunakan ambulans yang sama. Namun, nyawanya tak tertolong. “Beliau dinyatakan meninggal dunia setiba di puskesmas,” kata Rudi.
Menurut Rudi, sebelum kejadian Wahyu tampak dalam kondisi sehat. Bahkan, di perjalanan menuju Panjalu, ia masih sempat berbincang dengan keluarga almarhumah mengenai waktu salat.
“Beliau orangnya ramah, sehari-hari bekerja sebagai sopir ambulans di Bandung. Saat itu kebetulan mendapat tugas ke Ciamis,” tuturnya.
Dari keterangan keluarga, Wahyu diketahui memiliki riwayat penyakit lambung. Diduga kelelahan menjadi salah satu faktor pemicunya. “Katanya memang punya sakit perut. Mungkin juga kecapekan,” ujar Rudi.
Wahyu dimakamkan pada hari yang sama di kampung halamannya. Video kepergian mendadaknya masih ramai dibagikan warganet, banyak yang menyebut almarhum wafat dalam tugas mulia.
Editor : Uways Alqadrie