Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Piala Dunia 2026

Viral Meme Hinaan Bergambar Bahlil, Elite Golkar: Nodai Spirit Sumpah Pemuda

Muhammad Aufal Fresky • Rabu, 29 Oktober 2025 | 17:08 WIB

Idrus Marham
Idrus Marham
KALTIMPOT.ID, JAKARTA- Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, mengungkapkan rasa keprihatinan atas serangan rasis dan diskriminatif terhadap Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. 

Idrus menilai, tindakan tersebut bukan sebatas kritik, melainkan bentuk penghinaan terhadap nilai-nilai moral, keagamaan, dan kemanusiaan yang menjadi dasar kehidupan berbangsa.

“Ini bukan lagi kritikan, tapi sudah rasis dan diskriminasi, bahkan sudah penghinaan. Karena itu, ini bukan lagi persoalan pribadi. Ini sudah menyangkut masalah moral keagamaan, etika kemanusiaan, akal sehat pemikiran, dan martabat manusia,” ucap Idrus, Selasa (28/10), seperti yang dilansir laman JawaPos.com. 

Tidak hanya itu, ia mengatakan, berbagai meme bergambar Bahlil Lahadalia yang diedit dengan beragam tulisan berpotensi mengusik kesatuan dan persatuan bangsa. Bahkan, tambah Idrus, bisa menghancurkan solidaritas sosial dan keharmonisan hidup berbangsa.

“Kalau ini tidak dihentikan, maka cara-cara seperti itu akan mengganggu nilai-nilai Sumpah Pemuda, terutama semangat persatuan, solidaritas sosial, dan keharmonisan masyarakat kita,” bebernya. 

Keprihatinan itu juga bertepatan dengan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, yang menegaskan pentingnya semangat persatuan tanpa sekat suku, agama, atau asal-usul. Menurutnya, ujaran kebencian berbasis ras merupakan paradoks dalam demokrasi modern yang seharusnya dibangun atas dasar ide dan kualitas, bukan identitas.

Lebih lanjut, Idrus menerangkan bahwa demokrasi semestinya dilandasi gagasan dan kualitas, bukan pendekatan yang sangat primordialistik dan rasial.

Ia juga mengatakan, menyerang seseorang berdasarkan asal-usul atau ras hanya akan merusak ruang publik yang seharusnya menjadi tempat adu gagasan.

“Pengaturan demokrasi itu mestinya persaingan kualitatif, mengedepankan ide, gagasan, dan konsep. Tapi justru ada pihak yang membuli dengan pendekatan rasial. Ini kemunduran,” tegas Idrus.

Idrus menekankan bahwa dengan mengabaikan beredarnya meme yang mengandung cibiran fisik, rasis, dan diskriminatif sama saja membiarkan lunturnya harga diri bangsa yang menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.

“Itu memalukan kita semua sebagai bangsa yang besar dan bermartabat. Karena saya yakin betul bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai etika dan martabatnya,” ucapnya. 

Editor : Uways Alqadrie
#menteri esdm bahlil #idrus marham #serangan rasisme #Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia