Aksi buruh dimulai dari kawasan JCC Senayan, berlanjut dengan long march menuju Gedung DPR RI. Mereka menuntut kenaikan upah minimum dan percepatan pengesahan RUU Ketenagakerjaan yang dianggap lebih berpihak pada pekerja.
Di saat bersamaan, ribuan guru madrasah swasta dari tujuh provinsi – mulai dari Banten hingga Papua – berkumpul di depan Istana Negara. Mereka memprotes aturan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang dinilai diskriminatif karena tidak membuka kesempatan bagi guru di lembaga swasta.
“Kami sudah puluhan tahun mengajar, tapi tidak punya kepastian status. Padahal kami juga mencerdaskan bangsa,” ujar Fahru Rizal, Koordinator Aksi Nasional Guru Madrasah Swasta.
Ia menegaskan, perjuangan ini bukan hanya soal kesejahteraan, tetapi juga pengakuan atas dedikasi ribuan tenaga pendidik swasta di bawah naungan Kementerian Agama.
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar menghindari kawasan Senayan–DPR dan Medan Merdeka Utara. Rekayasa lalu lintas diberlakukan menyesuaikan situasi di lapangan.
Editor : Uways Alqadrie