Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dedi Mulyadi Ubah Mutasi 600 Kepala Sekolah: Harus Dekat Rumah, Biar Kinerja Meningkat

Uways Alqadrie • Jumat, 31 Oktober 2025 | 09:24 WIB

Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi
KALTIMPOST.ID, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) memperkenalkan pendekatan baru dalam kebijakan mutasi kepala sekolah. 

Bukan sekadar rotasi rutin, kebijakan ini dirancang untuk mendekatkan para kepala sekolah dengan tempat tinggal mereka, agar waktu dan energi tak lagi terkuras di perjalanan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyerahkan secara simbolis Surat Keputusan (SK) pengangkatan dan mutasi kepala sekolah di Gedung Sate, Bandung, Rabu, 29 Oktober 2025. 

Dalam arahannya, Dedi menekankan pentingnya keseimbangan antara kinerja dan kehidupan pribadi para pendidik.

“Kami ingin para kepala sekolah bisa bekerja dengan hati yang tenang. Kalau jarak rumah ke sekolah dekat, mereka lebih fokus melayani murid dan tenaga pendidik,” kata Dedi seusai acara, dikutip dari laman resmi Pemprov Jabar.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto menyebut total ada 641 SK yang diserahkan. Dari jumlah itu, 215 guru dipromosikan menjadi kepala sekolah baru, sementara 426 kepala sekolah dimutasi untuk mendekatkan lokasi tugas dengan domisili.

Mutasi berbasis domisili ini, kata Purwanto, merupakan bentuk efisiensi dan pemerataan. Namun, pihaknya mengakui masih ada kendala distribusi karena ketidakseimbangan kuota di beberapa daerah.

“Jika kuota di satu kota sudah penuh, penempatan dilakukan di kabupaten terdekat. Misalnya, dari Kota Sukabumi ke Kabupaten Sukabumi, agar tetap dalam jarak wajar,” ujarnya.

Salah satu penerima manfaat kebijakan ini, Cecep Rahmat Hidayat, sebelumnya guru bimbingan konseling di SMAN 1 Ciwidey, kini diangkat menjadi Kepala SMA Pasir Jambu. 

Ia mengaku lega karena lokasi sekolah barunya hanya berjarak beberapa kilometer dari rumah.

“Saya bisa berangkat tanpa terburu-buru dan tetap punya waktu untuk keluarga. Secara psikologis lebih siap memimpin sekolah,” kata Cecep.

Dedi berharap pola penempatan ini bisa menjadi model nasional dalam manajemen tenaga pendidik. Menurutnya, kebijakan pendidikan tidak cukup hanya soal kurikulum, tapi juga kesejahteraan mental dan sosial guru.

“Kepala sekolah yang bahagia akan menciptakan sekolah yang bahagia,” ucap Dedi.

Editor : Uways Alqadrie
#mutasi kepsek #KDM #kang dedi mulyadi #dedi mulyadi