Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Politisi PSI Bestar Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Sindir PDIP yang Belum Siap Berdamai dengan Sejarah

Muhammad Aufal Fresky • Jumat, 31 Oktober 2025 | 17:00 WIB

Politisi PSI Bestari Barus. (Dok JawaPos.com)
Politisi PSI Bestari Barus. (Dok JawaPos.com)
KALTIMPOST.ID, JAKARTA- Rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden kedua RI, Soeharto, mendapatkan dukungan sejumlah pihak. Salah satunya datang dari Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus.

Ia menilai pemberian gelar tersebut sebagai langkah yang tepat dan berani. Menurutnya, bangsa Indonesia perlu menilai Soeharto secara utuh, bukan sebatas dari sisi kontroversinya, tapi juga dari kontribusinya yang besar bagi pembangunan nasional.

Seperti yang dilansir laman JawaPos.com, ia mengatakan, Soeharto adalah bagian dari sejarah bangsa yang tidak bisa dihapus. Ia menilai Soeharto telah membawa Indonesia menuju stabilitas ekonomi, swasembada pangan, dan pembangunan infrastruktur besar-besaran. 

“Itu fakta sejarah yang tidak bisa disangkal,” ucap Bestari di Jakarta, Rabu (30/10).

Tidak hanya itu, Bestari juga melontarkan kritikan terhadap sikap sebagian politisi PDIP yang menolak usulan tersebut. Menurutnya, penilaian subjektif satu-dua orang tidak sepatutnya mempengaruhi keputusan pemerintah dalam menentukan siapa yang layak menerima gelar pahlawan nasional.

“Pernyataan sikap satu atau dua orang dari PDIP tentu tidak akan mempengaruhi keputusan pemerintah. Saya yakin pemerintah memiliki mekanisme dan pendalaman yang komprehensif. Tim penilai gelar pahlawan sudah meneliti dengan matang, dan siapapun yang akan ditetapkan nantinya pasti telah memenuhi kriteria,” ucapnya. 

Bestari juga menambahkan, komentar negatif yang disertai kalimat merendahkan terhadap Soeharto menunjukkan pandangan yang tidak objektif terhadap sejarah.

“Kalimat seperti ‘apa hebatnya Soeharto?’ itu sangat tidak bijak. Justru kami melihat Soeharto sebagai sosok yang hebat karena berhasil menumpas gerakan 30 September yang menelan banyak korban jiwa dan mengancam keutuhan bangsa. Tanpa langkah tegas itu, mungkin arah sejarah Indonesia akan berbeda,” ujarnya.

Menurutnya, bangsa ini harus belajar menilai masa lalu secara proporsional, bukan dengan dendam politik.

“Kalau PDIP masih menilai Soeharto dari luka politik 1965 dan Orde Baru, berarti mereka belum siap berdamai dengan sejarah. Reformasi sudah dua dekade lebih berjalan, saatnya kita melihat sejarah dengan kepala dingin,” terang Bestari.

Ia berharap, Indonesia tidak lagi terjebak pada kebencian lama dan tetap waspada terhadap ideologi yang pernah mengancam dasar negara.

Editor : Uways Alqadrie
#soeharto #partai psi #Soeharto Akan Diberi Gelar Pahlawan Nasional #pahlawan nasional