KALTIMPOST.ID, Mungkin beberapa di antara kita tidak familiar dengan nama Baharuddin Lopa, namun ia adalah salah Jaksa Agung yang sangat ditakuti oleh para koruptor pada masanya.
Baharuddin Lopa ditunjuk langsung oleh Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sebagai Jaksa Agung pada Juni 2001.
Pengangkatan Baharuddin Lopa menjadi Jaksa Agung tersebut tentunya menjadi gebrakan yang nyata bagi keadilan era reformasi.
Sejak hari pertama ia menjabat Lopa banyak mengusut dan menyelidiki kasus korupsi besar yang melibatkan pengusaha dan pejabat tinggi negara dari Orde Baru.
Kematian yang Mendadak Sebulan Setelah dilantik
Baharuddin Lopa merupakan pribadi yang memiliki karakter tegas dan disiplin, hal ini ia terapkan dalam pekerjaannya sehingga ia kerap bekerja tanpa kenal waktu.
Di tengah kesibukannya menangani kasus-kasus besar para koruptor dan sering frekuensi ia menerima ancaman pembunuhan, Lopa dilaporkan mendadak jatuh sakit dan kemudian wafat pada 3 Juli 2001 di Riyadh, Arab Saudi.
Profil Lengkap Baharuddin Lopa
Meski dikenal dengan sosok menakutkan oleh kalangan koruptor, namun pria yang memiliki gelar Prof. Dr. H. Baharuddin Lopa, S.H. adalah salah seorang jaksa yang cukup legendaris karena memiliki sikap yang jujur dan pemberani.
Ia bernama lengkap Baharuddin lopa, lahir pada 27 Agustus 1935 di Polewali Mandar. Baharuddin Lopa memulai pendidikan di Sekolah Dasar Tinambung, kemudian melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Pertama Majene dan Menyelesaikan pendidikan formalnya di Sekolah Menengah Atas Ujung Pandang.
Lopa kemudian melanjutkan studinya dengan menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, ia berhasil meraih gelar sarjana hukum di tahun 1962. Tidak hanya itu, Lopa juga mengenyam pendidikan Doktoral di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang pada tahun 1982.
Perjalanan Karir Baharuddin Lopa
Baharuddin Lopa memulai karirnya saat ia berusia 23 tahun, dengan jabatan sebagai jaksa di Kejaksaan Negeri Makassar. Kemudian pada tahun 1959, ia menjabat sebagai Bupati Majene.
Ia juga pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi dan anggota Komnas HAM antara tahun 1993 hingga 1998. Karirnya semakin menanjak saat ia ditunjuk sebagai Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI ke-23 pada 9 Februari hingga 2 Juni 2001. Ia mencapai puncak karir dalam hidupnya saat berhasil menjadi Jaksa Agung Republik Indonesia di era Presiden Gus Dur pada 6 Juni 2001.
Selama masa hidupnya Baharuddin Lopa dikenal sebagai individu yang hidup dengan kesederhanaan, bahkan ia juga melarang keluarganya untuk menggunakan fasilitas negara secara berlebihan.
Meskipun selama ia menjabat sebagai pejabat pemerintah ia menghadapi berbagai upaya penyuapan dan ancaman, ia tidak pernah gentar. Justru berbagai ancaman dan tekanan tersebut malah menguatkan semangat dan motivasinya untuk menegakkan hukum yang teguh dalam prinsip anti korupsi di struktur pemerintah Indonesia.
Sebelum kematiannya pada 3 Juli 2001, selama ia menjabat sebagai Jaksa Agung ia telah menghadapi kasus-kasus besar para konglomerat Indonesia bahkan mantan presiden RI ke-2 pun tidak luput dari penyelidikannya, yaitu seperti korupsi Soeharto dan sejumlah koruptor yang melarikan diri ke luar negeri, atas perintahnya sebagai Jaksa Agung, ia memerintah para pelaku koruptor untuk ditangkap dan di kembalikan ke Indonesia.
Karena keberanian tersebut banyak yang ingin dan mencoba berbagai hal agar dia mundur dari jabatannya, namun dia tetap gigih dalam perjuangan menegakkan hukum dan keadilan sampai akhir hayatnya.
Editor : Hernawati