Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Anak Pejabat Kemenkeu Bikin Gempar, Yudo Sadewa Sebut Orang Indonesia Mabok Agama, Ini Penjelasan Pedasnya!

Ari Arief • Selasa, 4 November 2025 | 15:25 WIB

 

KALTIMPOST.ID-Nama Yudo Sadewa, putra dari Purbaya Yudhi Sadewa, pejabat teras di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), kembali mengguncang jagat maya.

Melalui unggahan video singkatnya di TikTok, Yudo melontarkan sindiran keras terhadap sebuah fenomena yang ia sebut sebagai “mabok agama”. Pernyataan kontroversial ini segera memicu perdebatan sengit dan viral di media sosial pada awal November 2025 ini.

Yudo Sadewa, putra Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Yudo Sadewa, putra Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Dalam klip video yang diunggah di akun @yudosadewa, Yudo menyampaikan kritiknya dengan gaya bicara yang santai namun bernada tegas, “Gais, orang Indonesia itu mabuk agama sekaligus tidak beragama."

Sontak, istilah "mabok agama" yang dilontarkannya memantik reaksi. Namun, Yudo menjelaskan bahwa kritiknya bukan bertujuan untuk menghina atau melecehkan.

Baca Juga: Prabowo Bahas K Pop, Anak Muda Indonesia Jadi Sorotan di KTT APEC

Ia bermaksud jujur dan blak-blakan mengenai adanya individu yang terlalu berlebihan dalam mengekspresikan keberagamaan tanpa benar-benar memahami esensi ketauhidan atau makna spiritual yang mendalam.

Ungkapan ini menggambarkan kondisi masyarakat yang dinilai terlalu menonjolkan simbol-simbol dan ritual keagamaan di permukaan.

Menurut Yudo, banyak individu di Indonesia cenderung mengaitkan segala aspek kehidupan dengan agama secara berlebihan, namun sayangnya, hal itu seringkali tidak didasari oleh pemahaman yang kuat. Akibatnya, sikap religius tersebut bergeser menjadi kebiasaan seremonial semata, bukan lagi praktik spiritual yang mampu menguatkan nilai moral dan sosial.

Yudo kemudian menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara keyakinan (iman) dengan ilmu pengetahuan dan logika. “Untuk memperkuat keimanan, kita harus belajar ilmu pengetahuan. Jangan cuma ikut-ikutan,” tegas Yudo dalam video lanjutan.

Baca Juga: Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair Awal November! Taspen Beberkan Alasan Belum Naik Meski Ada Perpres Baru

Pandangan ini merupakan teguran halus terhadap kecenderungan sebagian masyarakat Indonesia yang masih didominasi oleh penilaian berbasis keyakinan emosional, tanpa melibatkan pertimbangan sains dan rasionalitas yang memadai. Baginya, agama dan ilmu pengetahuan wajib berjalan beriringan, tidak saling menegasikan. Dengan demikian, masyarakat dapat menjadi sosok yang religius secara cerdas dan terhindar dari jebakan fanatisme buta atau narasi ekstrem.

Reaksi Publik

Pernyataan Yudo Sadewa langsung menjadi perbincangan hangat di berbagai platform dalam jaringan atau daring. Sebagian besar kalangan muda dan intelektual menyambut baik kritiknya, menganggapnya sebagai refleksi yang tajam terhadap kondisi sosial-keagamaan di Tanah Air. Mereka mengapresiasi keberanian Yudo untuk menyuarakan hal yang selama ini dianggap sensitif atau tabu.

Di sisi lain, beberapa pihak merasa tersinggung, menilai bahwa topik agama adalah isu yang sangat sensitif di Indonesia dan tidak pantas dibahas secara frontal, apalagi oleh putra seorang pejabat publik. Kekhawatiran akan kesalahpahaman turut mewarnai respons publik.

Meskipun demikian, Yudo Sadewa bukanlah wajah baru yang kontroversial. Sebelumnya, ia pernah dikenal karena analisisnya yang tajam mengenai prediksi krisis ekonomi global 2027 dan pandangan kritisnya terhadap dinamika politik serta perilaku sosial.

Sebagai generasi muda yang berani bersuara blak-blakan, Yudo dianggap oleh banyak pengikutnya sebagai representasi generasi kritis yang berani mempertanyakan norma sosial yang dianggap "biasa" di tengah masyarakat.

 

Editor : Thomas Priyandoko
#viral #kritik #Yudo Sadewa #agama