KALTIMPOST.ID, Pemerintah terus berupaya memastikan bantuan sosial (bansos) tersalurkan tepat sasaran menjelang akhir tahun. Kementerian Sosial (Kemensos) kini tengah merampungkan verifikasi dan validasi data terhadap 18 juta calon keluarga penerima manfaat (KPM) baru, agar penyaluran bansos triwulan IV (Oktober–Desember) berjalan lebih akurat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, proses verifikasi dilakukan bersama pemerintah daerah melalui dinas sosial di setiap wilayah. Data yang telah diverifikasi kemudian diserahkan ke Badan Pusat Statistik (BPS) untuk pengecekan akhir dan memastikan keakuratan penerima bantuan.
“Hingga kini sudah ada sekitar 15 juta keluarga yang diverifikasi langsung di lapangan, termasuk kondisi rumah, jumlah anggota keluarga, hingga status sosial ekonomi mereka. Dari hasil itu, sekitar 11 hingga 12 juta dinyatakan layak menerima bansos. Saat ini semua data masih dicek ulang oleh tim BPS,” jelas Saifullah dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/11).
Baca Juga: Cair Lagi! Pemerintah Gelontorkan 4 Bansos Sekaligus November 2025, Begini Cara Cek Namamu!
35 Juta Penerima Bansos di Akhir Tahun
Menurut Kemensos, total penerima manfaat bansos reguler untuk triwulan keempat mencapai 35,04 juta keluarga, termasuk tambahan bantuan sementara berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT). Dari jumlah tersebut, 18 juta data baru tengah diverifikasi agar tidak ada penerima yang tidak berhak.
Saifullah menyebut, penerima Program Keluarga Harapan (PKH) akan mendapatkan Rp900 ribu, sementara bantuan sembako mencapai Rp1,2 juta per keluarga. Hingga awal November ini, sekitar 80 persen penerima bansos reguler sudah menerima haknya, sementara BLT tambahan segera dicairkan dalam waktu dekat.
Penyaluran Lewat Bank dan PT Pos
Penyaluran bantuan dilakukan melalui dua jalur:
-
Penerima yang memiliki rekening akan menerima dana melalui bank-bank Himbara (seperti BRI, BNI, BTN, dan Mandiri).
-
Penerima tanpa rekening akan mendapatkan bantuan secara langsung melalui PT Pos Indonesia.
Kemensos menegaskan, sistem ganda ini diterapkan agar tidak ada masyarakat yang tertinggal akibat kendala administrasi atau akses perbankan.
Baca Juga: BSU November 2025 Ada Tahap Kedua? Ini Penjelasan Terbaru dari Kementerian Ketenagakerjaan
Langkah Perbaikan Data Bansos Nasional
Saifullah menilai, pemutakhiran data ini menjadi langkah penting untuk menghapus penerima tidak layak (inclusion error) dan memasukkan warga miskin yang belum terdata (exclusion error).
“Kami ingin data bansos benar-benar akurat dan bisa dipertanggungjawabkan. Pemerintah tidak akan menambah jumlah penerima tanpa dasar verifikasi yang jelas, meski kebutuhan masyarakat meningkat,” tegasnya.
Dengan verifikasi 18 juta data baru ini, Kemensos berkomitmen agar bansos triwulan IV 2025 lebih tepat sasaran dan transparan. Masyarakat diimbau untuk mengecek nama mereka secara berkala di laman resmi cekbansos.kemensos.go.id agar tidak tertinggal informasi pencairan terbaru.
Editor : Ilmidza