KALTIMPOST.ID, Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) melalui Kementerian Sosial hingga Jumat, 7 November 2025. Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sudah menerima dana ke kartu KKS lama maupun baru, termasuk bantuan PKH BPNT, BLTS Kesra Rp900 ribu, Atensi Yatim Piatu (YAPI), serta bantuan pangan berupa beras 20 kg dan minyak goreng 2 liter.
Pencairan bansos bervariasi, mulai dari Rp600 ribu hingga Rp1,5 juta, tergantung program dan jumlah yang diterima. Misalnya, BLTS Kesra di Sumatera Selatan dan Banjar Negara, Jateng sudah tersalurkan Rp900 ribu melalui KKS bank BRI.
BPNT dan BLTS Kesra tahap 4 di Bengkulu juga sudah cair bersamaan hingga Rp1,5 juta. Untuk yang belum menerima, status di SIKS-NG belum SI, menandakan dana segera cair setelah ada notifikasi resmi dari bank penyalur.
Baca Juga: Cek Sekarang! Begini Cara Mudah Mengetahui Desil Bansos 2025, Bisa Lewat HP
Bagi KPM baru maupun lama, pengecekan nama penerima bisa dilakukan melalui:
-
Website Kemensos: cekbansos.kemensos.go.id
-
Aplikasi SIKS-NG: login dengan akun pendamping resmi, masukkan NIK atau nama lengkap.
-
Aplikasi DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional): pilih menu “Cek Bansos”, masukkan NIK, data domisili, dan nama lengkap, lalu klik “Cari Data”.
Selain bantuan tunai, bantuan pangan berupa beras 20 kg dan minyak goreng 2 liter mulai didistribusikan secara bertahap. Beberapa wilayah, seperti Kecamatan Ciamis, sudah menerima undangan pengambilan. Penerima diwajibkan membawa surat undangan dan identitas diri asli agar proses berjalan lancar.
Baca Juga: Nama Kamu Termasuk? Begini Cara Cek Penerima Bansos Beras November 2025 di Link Resmi Kemensos
Penyaluran bansos melalui PT Pos Indonesia juga dilakukan serentak di beberapa wilayah mulai 14 Oktober 2025. Bantuan ini khusus untuk masyarakat di desil 1–4 yang sebelumnya belum menerima, setelah proses verifikasi dan validasi data selesai pada 28 Oktober.
Dengan penyaluran yang terus dilakukan, pemerintah berharap bantuan sosial ini dapat membantu kebutuhan pokok masyarakat dan menjaga ketahanan pangan, sekaligus memastikan transparansi dan akurasi data melalui sistem online.
Editor : Ilmidza