Dalam klarifikasi video yang beredar Rabu (12/11), Gus Ilham mengaku khilaf atas perbuatannya. Ia menyesali tindakannya yang dianggap tidak pantas dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
“Dengan penuh kerendahan hati, saya pribadi meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Perbuatan itu murni kekhilafan saya,” ujar Gus Ilham.
Setelah video tersebut ramai dibicarakan, Gus Ilham segera menghapus seluruh konten yang berhubungan dengan akun resmi majelisnya. Ia juga menegaskan bahwa anak-anak dalam video itu berada di bawah pengawasan orang tua masing-masing.
“Kami sudah menurunkan semua konten. Ke depan, kami akan lebih berhati-hati dan menjaga adab dalam kegiatan dakwah,” katanya.
Menanganggapi viralnya video tersebut, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i menilai bahwa tindakan itu tidak pantas dilakukan oleh tokoh masyarakat keagamaan.
Ia menjelaskan, Kementerian Agama (Kemenag) memiliki pedoman tegas tentang lingkungan pendidikan dan dakwah yang ramah anak, sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam (Pendis).
“Anak-anak madrasah dan pesantren harus mendapatkan haknya sebagai peserta didik serta dijauhkan dari segala bentuk kekerasan atau tindakan yang tidak seharusnya mereka terima,” ujar Romo Syafi'i melalui laman resmi Kemenag.
Kemenag berkomitmen untuk memperkuat pengawasan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat agar peristiwa serupa tidak berulang.
Editor : Uways Alqadrie