Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Gus Ilham Majelis Ta’lim Ibadallah Kediri Minta Maaf Usai Videonya Cium Anak Kecil Tuai Sorotan: Ini Kata Wamenag

Uways Alqadrie • Rabu, 12 November 2025 | 15:08 WIB

Gus Ilham
Gus Ilham
KALTIMPOST.ID, KEDIRI — Pengurus Majelis Ta'lim Ibadallah Kediri, Muhammad Ilham Yahya Al-Maliki atau Gus Ilham, menyampaikan permohonan maaf setelah videonya mencium anak kecil viral dan menuai kritik dari masyarakat.

Dalam klarifikasi video yang beredar Rabu (12/11), Gus Ilham mengaku khilaf atas perbuatannya. Ia menyesali tindakannya yang dianggap tidak pantas dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

“Dengan penuh kerendahan hati, saya pribadi meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Perbuatan itu murni kekhilafan saya,” ujar Gus Ilham.

Baca Juga: Istri Pegawai Direktorat Jenderal Pajak Dimutilasi, Ditanam di Septic Tank Rumah Dinas Manokwari: Pelaku Berhasil Ditangkap

Setelah video tersebut ramai dibicarakan, Gus Ilham segera menghapus seluruh konten yang berhubungan dengan akun resmi majelisnya. Ia juga menegaskan bahwa anak-anak dalam video itu berada di bawah pengawasan orang tua masing-masing.

“Kami sudah menurunkan semua konten. Ke depan, kami akan lebih berhati-hati dan menjaga adab dalam kegiatan dakwah,” katanya.

Menanganggapi viralnya video tersebut, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i menilai bahwa tindakan itu tidak pantas dilakukan oleh tokoh masyarakat keagamaan.

Ia menjelaskan, Kementerian Agama (Kemenag) memiliki pedoman tegas tentang lingkungan pendidikan dan dakwah yang ramah anak, sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam (Pendis).

“Anak-anak madrasah dan pesantren harus mendapatkan haknya sebagai peserta didik serta dijauhkan dari segala bentuk kekerasan atau tindakan yang tidak seharusnya mereka terima,” ujar Romo Syafi'i melalui laman resmi Kemenag.

Baca Juga: Mahfud MD Blak-blakan! Sebut Penegakan Hukum Polri di Titik Terendah, Setelah 3 Bulan Harus Ada Perubahan

Kemenag berkomitmen untuk memperkuat pengawasan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat agar peristiwa serupa tidak berulang.

 

Editor : Uways Alqadrie