Ia ditemukan tak bernyawa di dalam septic tank sebuah bangunan baru di kawasan Reremi Puncak, Selasa (11/11). Pembunuhnya adalah Gembul alias Yahwa Himawan
Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Minggu (9/11) siang. Setelah dua hari pencarian, tim gabungan Polresta Manokwari menemukan jasad perempuan itu terkubur di dalam septic tank yang belum difungsikan.
Kapolresta Manokwari, Kombes Ongky Isgunawan, mengatakan pelaku pembunuhan telah ditangkap.
“Pelaku bekerja sebagai buruh bangunan di sekitar lokasi kejadian. Ia melarikan diri ke Kampung Inggramui dan berhasil diamankan,” ujar Ongky.
Polisi masih mendalami motif pelaku, termasuk apakah aksi keji itu dilakukan spontan atau sudah direncanakan. “Untuk sementara, pelaku tunggal. Kami masih periksa lebih lanjut,” tambahnya.
Dari pemeriksaan awal, ia mengaku terdesak utang judi online senilai Rp4 juta dan berniat merampok rumah korban.
Saat kejadian pelaku mengancam korban dengan meminta Rp4 juta. Permintaan tersebut ditolak Aresty Gunar, akhirnya berbuntut pembunuhan.
Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.
Profil Korban
Aresty Gunar Tunarga dikenal sebagai sosok cerdas dan berpendidikan. Perempuan kelahiran Blitar, Jawa Timur, itu merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara Magelang, sekolah menengah bergengsi yang banyak melahirkan tokoh nasional.
Ia menikah dengan seorang pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan sempat tinggal di Jakarta sebelum pindah ke Manokwari pada Agustus 2025, mengikuti penugasan suaminya di Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Manokwari.
Menurut pamannya, Supriyono, Aresty dikenal pendiam dan gemar membantu lingkungan sekitar. “Dia baru tiga bulan di Manokwari. Kami sama sekali tidak menyangka peristiwa ini terjadi,” tuturnya di rumah duka di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Blitar.
Jenazah Aresty sudah dipulangkan ke Blitar dan dimakamkan di pemakaman keluarga pada Rabu (12/11). Suasana duka menyelimuti keluarga besar korban.
Editor : Uways Alqadrie