KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Kawasan Jakarta Pusat menjadi titik kumpul bagi beberapa kelompok massa yang turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi mereka, Kamis (13/11).
Menanggapi situasi ini, pihak kepolisian telah mengerahkan sejumlah personel untuk berjaga di lokasi-lokasi utama konsentrasi massa.
Beberapa aksi demonstrasi yang tercatat yaity mahasiswa Universitas Trisakti bersama elemen masyarakat lainnya memilih kawasan Silang Selatan Monas sebagai lokasi unjuk rasa. Aksi serupa juga direncanakan berlangsung di depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK).
Sementara itu, Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Unindra menyuarakan tuntutan mereka di depan kantor Kementerian Agama RI.
Baca Juga: Demo Guru Honorer Tuntut Kesetaraan Hak dan Kejelasan Status, Begini Skema PPPK Paruh Waktu 2025
Organisasi Laskar Merah Putih menggelar aksinya di Kementerian Keuangan. Kelompok suporter Ultras Garuda Indonesia juga terpantau mendatangi kantor pusat PSSI untuk menyampaikan protes mereka.
Untuk menjaga ketertiban dan mengantisipasi potensi kericuhan, Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat menyiagakan ratusan aparat.
"Sebanyak 425 personel dikerahkan untuk pengamanan dan pelayanan unjuk rasa di wilayah Jakarta Pusat," terang Kasi Humas Polres Metro Jakpus, Iptu Ruslan Basuki, dalam keterangan resminya, Kamis (13/11).
Ruslan menegaskan bahwa pendekatan pengamanan yang diterapkan bersifat persuasif. Ia mengimbau para demonstran untuk berorasi secara tertib dan damai.
Baca Juga: Ada Kericuhan Unjuk Rasa di Helipad Balikpapan, Ratusan Personel Diturunkan
“Kami mempersilakan untuk berorasi dengan tertib, hindari tindakan provokasi, jangan melawan petugas, dan mari kita cegah aksi seperti membakar ban, menutup jalur lalu lintas, atau merusak fasilitas umum,” pinta Ruslan.
Ia menambahkan bahwa menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional warga negara, namun hak tersebut harus dijalankan dengan cara yang damai.
“Mari kita jaga kondisi tetap kondusif agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh pihak terkait,” ujarnya.(*)
Editor : Almasrifah