KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Kesenjangan akses pendidikan di Indonesia masih menjadi hambatan serius bagi keluarga prasejahtera. Menyadari risiko tingginya angka putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menegaskan peran aktifnya dalam mendukung pendidikan anak nasabah.
Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menyampaikan bahwa perusahaan telah menyalurkan Program Beasiswa Anak Nasabah Batch 2 Tahun 2025. Beasiswa ini menjangkau 1.634 siswa dan 76 mahasiswa dari berbagai jenjang, mulai dari SD hingga sarjana.
"Sebagai upaya menjembatani tantangan tersebut, PNM kembali menyalurkan Program Beasiswa Anak Nasabah Batch 2 Tahun 2025," ujar Arief Mulyadi melalui keterangan tertulis dikutip Kamis (20/11/2025).
Secara total, sepanjang tahun ini PNM telah mengalokasikan beasiswa kepada 3.159 anak nasabah di seluruh Indonesia. Menurut Arief, program ini merupakan kontribusi nyata PNM dalam memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, sejalan dengan agenda nasional, termasuk misi pemerataan akses yang terkandung dalam Asta Cita Presiden Prabowo.
Baca Juga: Beasiswa Kukar Idaman Terkendala Rekening Tak Aktif: Pemkab Langsung Evaluasi
Pendidikan sebagai Jalan Keluar Kemiskinan
Arief Mulyadi menyoroti pentingnya intervensi ini, mengingat data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menunjukkan tingginya angka putus sekolah pada kelompok ekonomi terbawah. Selain itu, UNICEF pada tahun 2023 mencatat bahwa satu dari empat anak dari keluarga miskin berpotensi tidak melanjutkan pendidikan tanpa adanya dukungan finansial.
"Beasiswa ini merupakan bentuk keberpihakan PNM kepada keluarga nasabah. Kami ingin memastikan bahwa mimpi anak-anak nasabah tidak terhenti karena faktor ekonomi. Pendidikan adalah salah satu jalan keluar dari kemiskinan, dan PNM hadir untuk membuka peluang itu," jelas Arief.
Melalui beasiswa ini, PNM berupaya menciptakan perubahan yang berkelanjutan, tidak hanya menanggung biaya pendidikan, tetapi juga menjaga motivasi belajar dan membuka akses pendidikan tinggi bagi anak-anak prasejahtera.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, dalam Sarasehan Nasional Jaringan Beasiswa Indonesia, turut menekankan bahwa beasiswa adalah investasi strategis untuk mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global dan mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045.
Program beasiswa PNM ini merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa di tahun sebelumnya, membuktikan kontribusi perusahaan dalam agenda pembangunan nasional dan pemberdayaan melalui pendidikan.(*)
Editor : Thomas Priyandoko