Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kisah Pilu Ayah di Labura, Menangis Kenang Perlawanan Dramatis Melawan Buaya Pemangsa Anaknya

Ari Arief • Selasa, 25 November 2025 | 18:00 WIB

MENYELAMATKAN: Ranto Sihombing, ayah yang bertarung dengan buaya untuk menyelamatkan putranya dari terkaman hewan buas itu.
MENYELAMATKAN: Ranto Sihombing, ayah yang bertarung dengan buaya untuk menyelamatkan putranya dari terkaman hewan buas itu.

KALTIMPOST.ID,LABURA-Air mata tak terbendung dari Ranto Sihombing, warga Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara. Ia tak mampu menyembunyikan kesedihan mendalam saat menceritakan momen dramatis ketika ia harus bertarung dengan seekor buaya yang menerkam putranya, Trisno Sihombing.

Ranto baru saja melewati pengalaman paling genting dalam hidupnya yaitu berhadapan langsung dengan pemangsa buas demi menyelamatkan buah hati.

"Yang terakhir ini saya benar-benar tidak bisa lagi menolong, padahal sudah saya coba tarik, tetapi sudah terlepas," ungkap Ranto, dikutip dari SCTV, Senin (24/1/2025).

Kisah tragis ini berawal ketika Trisno, pria berusia 20 tahun, dilaporkan hilang sejak Sabtu pekan lalu. Korban menghilang saat sedang mandi di Sungai Kulau Labuhanbatu, tepat di belakang kediaman orang tuanya.

Baca Juga: Potongan Tubuh Ditemukan di Balikpapan, Diduga Diserang Buaya Kariangau

Saat hari mulai gelap, Trisno yang baru pulang kerja memutuskan mandi di sungai. Diduga, ia tidak menyadari adanya seekor buaya di perairan tersebut.

Di tengah kesunyian senja, teriakan minta tolong Trisno memecah keheningan. Sang ayah, Ranto, segera berlari menuju tepi sungai. Namun, meskipun sempat berusaha menolong, kekuatan buaya jauh lebih besar.

"Saya sempat memegang dia. Anakku itu sempat saya pegang. Saya tarik, tetapi buaya itu melawan dengan kuat," kenangnya pilu, menyiratkan perlawanan singkat sebelum anaknya hilang diseret.

Saat ini, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Labura bersama warga setempat telah dikerahkan untuk mencari keberadaan korban. Dua perahu karet digunakan dalam proses penyisiran di sungai.

"Pencarian tahap pertama kami lakukan selama tiga hari, dan nanti akan ada penambahan waktu pencarian jika diperlukan," tutup Petugas BPBD Labura, Fauzi Hasibuan.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#terkam #air mata #labura #buaya #genting