Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Nyaris Dikremasi, Jasad Perempuan di Thailand Tiba-Tiba Bergerak dalam Peti Mati

Ari Arief • Selasa, 25 November 2025 | 20:05 WIB

Ilustrasi kremasi di Thailand yang bikin heboh.
Ilustrasi kremasi di Thailand yang bikin heboh.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Petugas di sebuah kuil Buddha di Thailand dikejutkan oleh kejadian tak terduga: sesaat sebelum proses kremasi dimulai, jenazah yang terbaring di dalam peti mati tiba-tiba menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Seperti dilaporkan Associated Press, Kuil Wat Rat Prakhong Tham, yang terletak di Provinsi Nonthaburi, pinggiran Bangkok, mengunggah sebuah video di halaman Facebook mereka.

Video tersebut menampilkan momen mengejutkan ketika seorang perempuan berusia 65 tahun, yang telah dinyatakan meninggal, terlihat samar-samar menggerakkan kepala dan tangannya di dalam peti putih yang berada di bak mobil pikap, membuat staf kuil kebingungan.

Pairat Soodthoop, Manajer Urusan Umum dan Keuangan kuil, pada Senin (24/11), membenarkan bahwa perempuan tersebut dibawa dari Provinsi Phitsanulok oleh kakaknya dengan tujuan untuk dikremasi.

Baca Juga: Barang Bukti dari 50 Perkara Dimusnahkan Kejari Balikpapan, Ada Narkotika sampai Senjata Tajam

Kejadian aneh ini bermula ketika terdengar suara ketukan perlahan dari dalam peti. "Saya agak kaget, lalu saya minta peti dibuka, dan semua orang langsung terkejut," kata Pairat. "Saya melihat matanya sedikit terbuka dan dia mengetuk sisi peti. Rupanya dia sudah mengetuk cukup lama."

Keluarga korban menjelaskan kepada Pairat bahwa perempuan tersebut telah sakit selama sekitar dua tahun. Dua hari sebelumnya, kondisinya memburuk dan ia tidak lagi menunjukkan tanda-tanda bernapas, sehingga keluarga menyimpulkan bahwa ia telah meninggal dunia.

Awalnya, jenazah tersebut dikirim ke rumah sakit di Bangkok, sekitar 500 kilometer dari rumah mereka, karena korban memiliki wasiat untuk mendonorkan organ tubuhnya. Namun, rumah sakit menolak karena tidak ada surat keterangan kematian resmi.

Keluarga kemudian memutuskan untuk melakukan kremasi di kuil yang menawarkan layanan gratis. Kuil tersebut juga menolak kremasi dengan alasan yang sama tidak adanya dokumen kematian resmi.

Saat pihak keluarga sedang dalam proses mengurus surat kematian, perempuan itu bergerak dan diketahui masih hidup. Ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Pairat menambahkan bahwa kepala kuil telah berjanji untuk menanggung seluruh biaya perawatannya.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#kuil #thailand #kremasi #buddha