KALTIMPOST.ID, Para pensiunan PNS di sejumlah daerah tampaknya mulai dibuat was-was pada awal Desember 2025. Pasalnya, meski kalender sudah menunjukkan tanggal 1, namun sebagian dari mereka masih belum menerima dana pensiun bulanan yang biasanya otomatis masuk ke rekening masing-masing.
Situasi ini tentu memicu keluhan dan tanda tanya, terutama karena dana pensiun menjadi sumber utama biaya hidup bagi sebagian besar penerimanya. Namun, PT Taspen akhirnya memberikan penjelasan resmi untuk menanggapi kegelisahan tersebut.
Dalam keterangannya, Taspen memastikan bahwa proses penyaluran dana pensiun sebenarnya sudah dilakukan sesuai jadwal, yakni mulai 1 Desember 2025. Artinya, sistem penyaluran tidak ada kendala teknis secara umum. Hanya saja, ada beberapa kondisi yang menyebabkan sejumlah penerima belum mendapatkan transfer.
Baca Juga: Resmi Cair 1 Desember 2025, Ini Rincian Gaji Pensiunan PNS dari Golongan I Sampai IV
Ini Penyebab Gaji Belum Cair
PT Taspen menyebut ada tiga alasan utama keterlambatan dana pensiun:
-
Belum Melakukan Otentikasi
Prosedur otentikasi wajib dilakukan oleh pensiunan untuk memastikan data penerima masih valid. Jika belum dilakukan, dana otomatis ditahan hingga proses verifikasi selesai.
-
Formulir SPTB Belum Dikirim
Beberapa pensiunan diwajibkan mengirimkan kembali Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTB). Jika dokumen ini belum diterima, pembayaran belum bisa diproses.
-
Termasuk Kategori Pembayaran Susulan
Tidak semua penerima masuk ke jadwal pembayaran reguler setiap tanggal 1. Sebagian termasuk kategori pembayaran susulan, yang terjadwal cair pada tanggal 15 bulan berjalan atau setelahnya.
Belum Ada Perubahan Aturan Besaran Pensiun
Taspen juga menegaskan bahwa besaran dana pensiun masih mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2024. Artinya, hingga saat ini belum ada regulasi baru terkait kenaikan ataupun penyesuaian nominal pensiun.
Nominal yang diterima tetap dihitung berdasarkan golongan kepangkatan terakhir saat menjabat sebagai ASN, mulai dari Golongan I hingga Golongan IV.
Sebagai langkah antisipasi, Taspen mengimbau para pensiunan untuk:
-
Mengecek status otentikasi melalui kanal resmi Taspen atau aplikasi layanan digital Taspen.
-
Memastikan dokumen SPTB telah dikirim sesuai ketentuan.
-
Tetap memantau informasi melalui kanal resmi agar tidak terjebak hoaks atau misinformasi.
Meski ada sebagian pensiunan yang belum menerima haknya pada awal Desember, Taspen memastikan bahwa proses penyaluran tidak terkendala dan sedang berjalan sesuai sistem. Bagi yang belum menerima transfer, besar kemungkinan terkait ketentuan administrasi atau jadwal pembayaran berbeda.
Harapannya, seluruh penerima dapat menerima haknya sebelum pertengahan Desember dan bisa menikmati akhir tahun dengan tenang.
Editor : Ilmidza