KALTIMPOST.ID, Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan (Menhut) saat ini tengah disorot pascabencana yang melanda wilayah Sumatera pada akhir November lalu.
Namanya ramai disebut lantaran kerusakan hutan yang terjadi di Sumatera yang akhirnya mengakibatkan banjir dan longsor.
Karena hal tersebut, kini politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu didesak untuk mundur dari posisinya sebagai Menteri Kehutanan.
Desakan ini disampaikan anggota Komisi IV dari fraksi PKB Usman Husin pada rapat kerja yang menyebut ketidakmampuan menhut dalam mengatasi persoalan hutan di Sumatera hingga akhirnya bencana terjadi.
“Saya keras karena saya paling hatinya kasih, sehingga saya saran pak menteri, kalau pak menteri tidak mampu, mundur aja,” ceplos Usman Husin.
Usman menilai, Raja Juli tidak paham soal kehutanan saat membahas tentang izin pengelolaan hutan di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yang seharusnya tidak keluar, ternyata keluar.
“Pak Menteri gak paham soal kehutanan. Kenapa saya katakan gitu? Saya contoh di Tapanuli Selatan. Bulan Oktober, pak menteri keluhkan izin. Bupati sudah katakan, 'syukur-syukur' izin ditutup. Ternyata Oktober 30 November, izinnya keluar, sehingga seolah-olahnya kita bisa diakal-akalin semua,” ujarnya.
Ia pun mendesak agar Raja Juli fokus pada upaya penanaman kembali di tiga provinsi di Sumatera yang terdampak banjir dan longsor.
"Jadi, saya minta pak menteri sekali lagi tolong fokus tiga provinsi ini, kapan bisa tanam kembali pohon untuk bisa hidup yang gundul itu," pungkasnya.
Editor : Hernawati