Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Terhalang Kayu! Tim Khusus China Kewalahan Cari Korban Hilang Banjir Aceh, Ada Apa Sebenarnya?

Dwi Puspitarini • Jumat, 12 Desember 2025 | 18:05 WIB
Sempat disorot sebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf jelaskan alasan mendatangkan tim ahli China di tengah bencana.
Sempat disorot sebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf jelaskan alasan mendatangkan tim ahli China di tengah bencana.

 

KALTIMPOST.ID, Dua minggu pasca-bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, upaya pencarian puluhan warga yang masih hilang menghadapi tantangan yang sangat luar biasa.

Tim khusus dari China yang didatangkan langsung oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dilaporkan belum bisa bekerja maksimal di lokasi.

Padahal, kehadiran tim ahli internasional ini sempat menimbulkan sorotan, namun Mualem menegaskan bahwa mereka didatangkan karena memiliki keahlian unik yang sangat dibutuhkan.

Mualem diketahui mendatangkan tim khusus bernama Blue Sky Rescue (BSR) yang beranggotakan lima orang.

Keputusan ini sempat menjadi pembicaraan hangat, mengingat sebelumnya pemerintah pusat menyatakan penanganan bencana di Sumatera mampu diatasi tanpa bantuan luar negeri.

Namun, Mualem menjelaskan bahwa tim dari China ini memiliki kepakaran spesifik dalam mendeteksi dan menemukan jenazah yang telah tertimbun material bencana selama berhari-hari.

“Itu kepakaran mereka, itu tugas mereka yang datang ke sini,” kata Mualem, sebagaimana disampaikannya dalam pertemuan bersama Presiden Prabowo pada 7 Desember 2025.

Tim BSR yang awalnya ditugaskan di Aceh Utara, dijadwalkan akan berpindah fokus pencarian ke wilayah Aceh Tamiang.

 Baca Juga: Amankan Lingkungan Perairan, Ribuan Mangrove Ditanam Ditpolairud di Pesisir

Meskipun memiliki keahlian khusus, tim BSR ternyata kewalahan menghadapi kondisi lapangan yang ekstrem.

Kendala utama di lokasi terdampak adalah tumpukan kayu berukuran besar yang menimbun seluruh area, membuat proses penelusuran menjadi sangat sulit.

Hal ini disampaikan langsung oleh Mualem pada Kamis (11/12/2025). “Hasil kerja mereka belum maksimal, medannya masih digenangi kayu-kayuan,” ungkap Mualem.

Mualem menambahkan bahwa tumpukan material kayu itulah yang menjadi penghalang utama bagi tim ahli tersebut untuk menemukan korban yang diduga masih tertimbun di bawahnya.

“Itu yang membuat mereka kewalahan untuk mendapatkan mayat,” tambahnya.

 Baca Juga: Batu Ampar Kutim Dilanda Banjir, Puluhan Rumah Terendam

Data Terbaru Korban dan Dampak Bencana

Sementara upaya pencarian terus berjalan di tengah kendala besar ini, data korban dan dampak bencana terus bertambah.

Laporan terbaru dari Pos Komando Tanggap Darurat Hidrometeorologi Pemprov Aceh mencatat bahwa hingga Kamis sore (11/12/2025), jumlah korban meninggal dunia sudah mencapai 407 jiwa.

Tragisnya, masih ada 36 orang yang dilaporkan hilang dan belum ditemukan.

Dampak bencana ini sangat masif:

Editor : Dwi Puspitarini
#pencarian jenazah #korban hilang #tim penyelamat #Blue Sky Rescue #banjir aceh #china #Gubernur Aceh Muzakir Manaf