KALTIMPOST.ID, Dua minggu pasca-bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, upaya pencarian puluhan warga yang masih hilang menghadapi tantangan yang sangat luar biasa.
Tim khusus dari China yang didatangkan langsung oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dilaporkan belum bisa bekerja maksimal di lokasi.
Padahal, kehadiran tim ahli internasional ini sempat menimbulkan sorotan, namun Mualem menegaskan bahwa mereka didatangkan karena memiliki keahlian unik yang sangat dibutuhkan.
Mualem diketahui mendatangkan tim khusus bernama Blue Sky Rescue (BSR) yang beranggotakan lima orang.
Keputusan ini sempat menjadi pembicaraan hangat, mengingat sebelumnya pemerintah pusat menyatakan penanganan bencana di Sumatera mampu diatasi tanpa bantuan luar negeri.
Namun, Mualem menjelaskan bahwa tim dari China ini memiliki kepakaran spesifik dalam mendeteksi dan menemukan jenazah yang telah tertimbun material bencana selama berhari-hari.
“Itu kepakaran mereka, itu tugas mereka yang datang ke sini,” kata Mualem, sebagaimana disampaikannya dalam pertemuan bersama Presiden Prabowo pada 7 Desember 2025.
Tim BSR yang awalnya ditugaskan di Aceh Utara, dijadwalkan akan berpindah fokus pencarian ke wilayah Aceh Tamiang.
Baca Juga: Amankan Lingkungan Perairan, Ribuan Mangrove Ditanam Ditpolairud di Pesisir
Meskipun memiliki keahlian khusus, tim BSR ternyata kewalahan menghadapi kondisi lapangan yang ekstrem.
Kendala utama di lokasi terdampak adalah tumpukan kayu berukuran besar yang menimbun seluruh area, membuat proses penelusuran menjadi sangat sulit.
Hal ini disampaikan langsung oleh Mualem pada Kamis (11/12/2025). “Hasil kerja mereka belum maksimal, medannya masih digenangi kayu-kayuan,” ungkap Mualem.
Mualem menambahkan bahwa tumpukan material kayu itulah yang menjadi penghalang utama bagi tim ahli tersebut untuk menemukan korban yang diduga masih tertimbun di bawahnya.
“Itu yang membuat mereka kewalahan untuk mendapatkan mayat,” tambahnya.
Baca Juga: Batu Ampar Kutim Dilanda Banjir, Puluhan Rumah Terendam
Data Terbaru Korban dan Dampak Bencana
Sementara upaya pencarian terus berjalan di tengah kendala besar ini, data korban dan dampak bencana terus bertambah.
Laporan terbaru dari Pos Komando Tanggap Darurat Hidrometeorologi Pemprov Aceh mencatat bahwa hingga Kamis sore (11/12/2025), jumlah korban meninggal dunia sudah mencapai 407 jiwa.
Tragisnya, masih ada 36 orang yang dilaporkan hilang dan belum ditemukan.
Dampak bencana ini sangat masif:
- Lebih dari 1,9 juta warga terkena imbas.
- 786.732 orang mengungsi di lebih dari dua ribu posko.
- Kerusakan material mencakup lebih dari 157 ribu rumah terdampak dan sekitar 89 ribu hektare area persawahan rusak. ***