KALTIMPOST.ID- PT Bukit Baiduri Energi (BBE) dan PT Khotai Makmur Insan Abadi (KMIA) mengerahkan Emergency Response Team (ERT) untuk membantu penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat. Pengiriman tim ini merupakan bagian dari program ESDM Siaga Bencana yang diinisiasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Satu tim ERT BBE-KMIA yang terdiri dari lima personel, empat rescuer dan satu tenaga medis diturunkan ke Kabupaten Agam, Kecamatan Palembayan, Nagari Salareh Aia, pada 4–12 Desember 2025. Seluruh personel telah dibekali pelatihan pertolongan pertama dan teknik evakuasi darurat.
Selama bertugas di lokasi bencana, tim ERT terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, antara lain evakuasi korban, penyaluran bantuan sembako dan air bersih, pemeriksaan kesehatan warga, serta kegiatan trauma healing. Kegiatan tersebut dipusatkan di Panti Asuhan Putra Muhammadiyah dan Posko Utama Banjir Bandang Kampung Tanjung.
Salah satu anggota tim, Elga Eka Eklian, mengungkapkan tantangan berat yang dihadapi selama operasi pencarian dan penyelamatan. Menurutnya, medan yang tertutup material kayu, batu, dan lumpur menyulitkan proses evakuasi.
“Material terus bergerak dan medan tidak stabil. Bahkan, alat berat tidak selalu bisa menjangkau titik-titik yang dicurigai menjadi lokasi korban,” ujarnya. Tidak hanya fokus pada pencarian serta penyelamatan korban saja, lanjut Elga yang tergabung dalam Tim B bravo BASARNAS , tim gabungan selama disana juga harus menjaga stamina para personel dengan menerapkan disiplin ketat seperti tidur cukup, makan teratur, konsumsi vitamin, vaksin tetanus, hingga konseling mental dengan relawan psikolog.
Rumah, sawah, semua hancur. Material kayu, batu, dan lumpur menutup hampir seluruh area. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana menembus itu semua untuk mencari korban,” ucapnya penuh haru.
Resiko keselamatan tim SAR turut mengintai setiap langkah. Tim SAR gabungan harus berhati-hati dari ancaman terbenam dalam lumpur, tertusuk paku dari serpihan kayu, hingga serangan hewan seperti tawon ketika menyisir hutan, sungai, dan kebun. Penguraian material menjadi bagian tersulit, terutama karena jalur dipenuhi batu besar dan material reruntuhan rumah.
General Manager Operation PT BBE dan PT KMIA, Reno Barus menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.
“BBE dan KMIA berkomitmen untuk hadir dan bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana. Melalui pengiriman tim rescue dan bantuan logistik, kami berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat di wilayah terdampak,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerja sama dan solidaritas menjadi kekuatan utama dalam mendukung pemulihan bencana. Musibah banjir bandang di Sumatera meninggalkan dampak berat bagi ribuan keluarga, respon dan kepededulian adalah bagian penting dari kontribusi dan komitmen perusahaan untuk hadir mendukung pemerintah dalam mempercepat proses pemulihan.
“Dalam rangka peduli kemanusian, bantuan yang kami lakukan lewat pengiriman tim rescue maupun bantuan barang yang diserahkan ini diharapkan dapat membantu meringankan ataupun menjawab kebutuhan yang mendesak,” tutupnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki