Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kronologi Jam per Jam Pembunuhan Bocah 9 Tahun di Cilegon, Anak Politikus PKS: Diduga Dirampok tapi...

Uways Alqadrie • Rabu, 17 Desember 2025 | 16:39 WIB

Rumah mewah di Cilegon tempat tinggal bocah 9 tahun yang tewas dibunuh. Pelaku masih dalam pengejaran kepolisian
Rumah mewah di Cilegon tempat tinggal bocah 9 tahun yang tewas dibunuh. Pelaku masih dalam pengejaran kepolisian
KALTIMPOST.ID, CILEGON — Seorang bocah laki-laki berusia sembilan tahun, berinisial MAHM, ditemukan tewas di rumah keluarganya di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon, Banten, Selasa, 16 Desember 2025. Korban diduga meninggal akibat kekerasan menggunakan benda tajam.

Peristiwa perampokan disertai kekerasan terjadi di sebuah rumah di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Kota Cilegon, Banten, Selasa malam, 16 Desember 2025. Seorang bocah laki-laki berusia sekitar sembilan tahun tewas dalam kejadian tersebut. Polisi menduga korban meninggal akibat luka tusukan benda tajam.

Rumah tempat kejadian diketahui milik Haji Maman Suherman, pengusaha lokal yang juga politikus PKS Cilegon. Sejak Rabu malam, 16 desember 2025, aparat kepolisian memasang garis pembatas dan melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menelusuri jejak pelaku serta motif perampokan.

Pantauan di lokasi menunjukkan rumah duka dipadati pelayat dan warga sekitar hingga larut malam. Sejumlah petugas tampak keluar masuk rumah untuk mengamankan barang bukti. Hingga kini, polisi belum memastikan barang apa saja yang hilang dalam peristiwa tersebut.

Haji Maman tercatat sebagai Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon. Ia juga pernah menjabat sebagai pengurus partai politik lain di daerah tersebut serta dikenal sebagai pemilik perusahaan konstruksi yang beroperasi di kawasan industri Cilegon. Namanya sempat disebut dalam dinamika politik lokal menjelang pemilihan kepala daerah.

Kapolsek Cilegon, Kompol Firman Hamid, mengatakan korban diduga meninggal akibat luka tusukan benda tajam dikutip dari Tribunnews

“Seluruh informasi dan petunjuk yang ada masih kami dalami untuk mengungkap pelaku serta motif kejadian,” ujarnya.

Firman menambahkan, kejadian bermula saat ayah korban menerima telepon dari anak keduanya sekitar pukul 14.20 WIB.

Berikut kronologi peristiwa berdasarkan keterangan kepolisian dan keluarga:

Pukul 14.20 WIB

Peristiwa diketahui pertama kali sekitar pukul 14.20 WIB. Saat itu, ayah korban, Haji Maman Suherman, tengah berada di tempat kerjanya di wilayah Ciwandan, Kota Cilegon. 

Ia menerima sambungan telepon darurat dari anak keduanya, berinisial D, yang berada di rumah bersama korban dan berteriak meminta pertolongan.

Baca Juga: Nadiem Makarim Didakwa Copot Pejabat yang Tolak Proyek Chromebook

Pukul 14.25–14.45 WIB

Usai menerima telepon tersebut, Haji Maman segera meninggalkan tempat kerjanya dan menuju rumah. Jarak antara Ciwandan dan kawasan BBS III sekitar 10 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 20–22 menit menggunakan kendaraan roda empat.

Sekitar Pukul 14.45 WIB

Setibanya di rumah, Maman mendapati korban telah tergeletak tengkurap di dalam kamar dalam kondisi bersimbah darah. Melihat kondisi tersebut, keluarga segera berupaya membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Sekitar Pukul 15.00 WIB

Korban dilarikan ke Rumah Sakit Bethsaida Kota Cilegon menggunakan kendaraan pribadi. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Pukul 15.00 WIB

Pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian setempat setelah menerima kepastian dari pihak rumah sakit.

Pukul 15.20 WIB

Personel Satuan Reserse Kriminal Polres Cilegon bersama anggota Polsek Cilegon Kota mendatangi lokasi kejadian. Polisi langsung memasang garis pembatas, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan keterangan awal dari saksi-saksi.

Hasil Pemeriksaan Awal

Kepala Seksi Humas Polres Cilegon Ajun Komisaris Polisi Sigit Dermawan mengatakan, berdasarkan pengamatan luar, terdapat 22 luka di tubuh korban. Dari jumlah tersebut, 19 luka diduga akibat benda tajam, sementara tiga luka lainnya diduga akibat benda tumpul.

“Untuk pengamatan luar, ada 22 luka. Dari jumlah itu, 19 luka merupakan luka akibat kekerasan benda tajam,” kata Sigit, Rabu, 17 Desember 2025.

Namun, pada pemeriksaan awal di rumah sakit, tim medis mencatat 14 luka tusukan senjata tajam di sejumlah bagian tubuh korban. Polisi menegaskan perbedaan jumlah luka tersebut masih menunggu kepastian melalui hasil visum resmi dari tim kedokteran forensik.

Sejumlah luka diketahui berada di bagian vital tubuh korban, termasuk leher dan dada. Hingga kini, polisi belum menemukan senjata yang diduga digunakan pelaku.

Status Penyelidikan

Polres Cilegon memastikan kasus dugaan pembunuhan tersebut masih dalam tahap penyelidikan intensif. Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa, kemungkinan pelaku, serta motif di balik kematian korban.

 

Editor : Uways Alqadrie
#polda banten #polres cilegon #politikus pks #Kriminal Hari Ini #pembunuhan anak