Dalam narasi yang menyertai unggahan itu, anak tersebut disebut mengambil roti karena kelaparan. Namun, alih-alih mendapatkan pembinaan, ia diduga justru diperlakukan secara kasar dan dipermalukan di hadapan umum oleh pemilik toko.
Unggahan itu juga memuat tudingan adanya kekerasan fisik, termasuk dugaan penyudutan puntung rokok ke tubuh anak. Klaim tersebut memicu kecaman luas dari warganet yang menilai tindakan tersebut tidak berperikemanusiaan, terlebih melibatkan anak di bawah umur.
Foto-foto yang beredar memperlihatkan anak itu duduk di depan toko dengan kedua tangan berada di belakang tubuhnya, dikelilingi sejumlah orang dewasa. Pemandangan tersebut memunculkan keprihatinan publik sekaligus pertanyaan mengenai peran lingkungan sekitar yang dinilai tidak melakukan pencegahan.
Seiring viralnya unggahan tersebut, warganet mendesak kepolisian dan lembaga perlindungan anak untuk menelusuri kebenaran peristiwa itu serta memastikan kondisi dan keselamatan anak yang diduga menjadi korban.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari kepolisian maupun instansi terkait di Sumatra Barat. Publik masih menunggu klarifikasi untuk memastikan fakta sebenarnya dan mencegah beredarnya informasi yang keliru.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya pendekatan kemanusiaan dalam menangani persoalan sosial, terutama yang melibatkan anak-anak sebagai kelompok rentan.
Editor : Uways Alqadrie