Selain memimpin Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Jazir juga menjabat Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Jogokariyan. Selama bertahun-tahun, ia dikenal sebagai penggerak dakwah Muhammadiyah di tingkat akar rumput, terutama melalui pengelolaan masjid yang berorientasi pada pelayanan jamaah dan pemberdayaan sosial masyarakat.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Jazir. Haedar menyebut almarhum sebagai kader persyarikatan yang konsisten, tekun, dan memiliki semangat pengabdian tinggi dalam menjalankan dakwah Islam berkemajuan.
Menurut Haedar, peran Jazir dalam membangun dan mengembangkan Masjid Jogokariyan telah melampaui fungsi masjid sebagai tempat ibadah semata.
Di bawah kepemimpinannya, masjid tersebut berkembang menjadi pusat kegiatan dakwah, pendidikan, sosial, dan ekonomi umat yang kerap dijadikan rujukan pengelolaan masjid di berbagai daerah.
“Almarhum dikenal gigih menggerakkan dakwah Muhammadiyah di tingkat paling bawah. Kiprahnya dalam memakmurkan masjid menjadi teladan bagi gerakan masjid di Indonesia,” kata Haedar dalam keterangan resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Kepergian Kiai Muhammad Jazir meninggalkan duka tidak hanya bagi keluarga besar Masjid Jogokariyan, tetapi juga bagi Muhammadiyah secara nasional. Jejak pengabdiannya dinilai telah memberi kontribusi penting dalam penguatan peran masjid sebagai pusat kehidupan umat.
Editor : Uways Alqadrie