KALTIMPOST.ID, Menjelang awal 2026, para pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) kembali bersiap menyambut pencairan hak bulanan mereka melalui Taspen. Berdasarkan daftar besaran pensiun pokok yang berlaku, nominal penerimaan berbeda-beda sesuai golongan terakhir saat masih aktif bekerja. Data tersebut menjadi acuan resmi penyaluran pensiun pada Januari 2026.
Secara umum, golongan yang lebih tinggi masih mencatatkan penerimaan yang lebih besar. Meski tidak ada pengumuman penyesuaian besar pada awal tahun, struktur nominal yang digunakan tetap menjadi gambaran bagi pensiunan mengenai besaran penerimaan yang akan masuk ke rekening.
Baca Juga: Alhamdulillah! Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair Meski 1 Januari 2026 Libur Nasional
Rincian Besaran Pensiun Berdasarkan Golongan (Tertinggi–Terendah)
(estimasi pensiun pokok tanpa komponen tambahan lain, disajikan menurun)
-
Golongan IV/e – ± Rp4.700.000
-
Golongan IV/d – ± Rp4.500.000
-
Golongan IV/c – ± Rp4.300.000
-
Golongan IV/b – ± Rp4.100.000
-
Golongan IV/a – ± Rp3.900.000
-
Golongan III/d – ± Rp3.600.000
-
Golongan III/c – ± Rp3.400.000
-
Golongan III/b – ± Rp3.200.000
-
Golongan III/a – ± Rp3.000.000
-
Golongan II/d – ± Rp2.800.000
-
Golongan II/c – ± Rp2.700.000
-
Golongan II/b – ± Rp2.600.000
-
Golongan II/a – ± Rp2.500.000
-
Golongan I/d – ± Rp2.300.000
-
Golongan I/c – ± Rp2.200.000
-
Golongan I/b – ± Rp2.100.000
-
Golongan I/a – ± Rp2.000.000
Baca Juga: Benarkah Gaji Pensiunan PNS Naik 2026? Jangan Salah Informasi, Ini Penjelasan Resminya
Catatan: Besaran di atas merupakan kisaran berdasarkan tabel pensiun pokok dan dapat berbeda pada penerimaan akhir karena adanya penyesuaian daerah, komponen tunjangan yang melekat, atau potongan tertentu.
Taspen memastikan pencairan tetap mengikuti jadwal penyaluran reguler. Apabila tidak ada kendala administrasi, dana pensiun diharapkan masuk pada awal bulan seperti periode sebelumnya. Para pensiunan juga disarankan memastikan keabsahan data dan kelengkapan identitas agar tidak terjadi penundaan dana masuk ke rekening.
Besaran pensiun yang stabil membuat banyak penerima berharap ke depan ada penyelarasan nilai mengikuti kenaikan kebutuhan hidup. Sementara itu, pemerintah masih menunggu evaluasi untuk melihat kemungkinan adanya revisi kebijakan pada tahun berjalan.
Editor : Ilmidza