Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Tragedi Satu Keluarga Tewas di Tanjung Priok: Terbangun Lolos dari Maut, Ibu dan Dua Saudaranya Sudah Meninggal

Uways Alqadrie • Minggu, 4 Januari 2026 | 08:03 WIB

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi
KALTIMPOST.ID, JAKARTA — Tiga anggota satu keluarga ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakan mereka di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. 

Seorang anak korban, Abdullah Syauqi Jamaludin, menjadi satu-satunya yang selamat dan ditemukan dalam kondisi sadar sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh anak kedua korban, Khadafi, sepulang bekerja pada Jumat pagi, 2 Januari 2026. 

Saat masuk ke rumah, ia menemukan jasad ibu dan dua saudaranya telah terbujur kaku. Sementara itu, Syauqi berada di dalam rumah dengan pandangan kosong dan menunjukkan kebingungan saat ditanya warga sekitar mengenai kejadian tersebut.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Siti Solihah (50), anak sulungnya Afiah Al Adilah Jamaludin (28), serta anak keempatnya Adnan Al Abrar Jamaludin (14). 

Syauqi, anak ketiga berusia 23 tahun, ditemukan dalam keadaan selamat namun mengalami luka melepuh di beberapa bagian tubuh dan langsung mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

Warga sekitar menyebut kondisi rumah tidak menunjukkan tanda-tanda kekacauan. Tidak tercium bau menyengat, namun busa terlihat keluar dari mulut para korban. 

Situasi tersebut membuat warga menduga adanya keracunan, sehingga segera menghubungi ketua RT, ambulans, dan pihak kepolisian.

Dalam suasana duka itu, Khadafi dilaporkan mengalami guncangan psikologis berat hingga histeris saat mengetahui seluruh anggota keluarganya menjadi korban. Sementara Syauqi cenderung diam hingga akhirnya dibawa keluar rumah oleh tim medis dalam kondisi tidak sepenuhnya sadar.

Ketiga jenazah telah dimakamkan di TPU Rorotan, Jakarta Utara, pada Sabtu, 3 Januari 2026. Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Brigadir Jenderal dr Prima Heru, menyatakan proses autopsi telah selesai dan jenazah diserahkan kepada keluarga.

Namun demikian, penyebab pasti kematian ketiga korban masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya zat beracun yang menyebabkan kematian para korban.

Editor : Uways Alqadrie
#Kriminal Hari Ini #polda metro jaya #Polres Tanjung Priok #satu keluarga dibunuh #satu keluarga keracunan