KALTIMPOST.ID,KUDUS-Krisis banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kian meluas. Berdasarkan laporan terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Sabtu (17/1).
Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan data beberapa hari sebelumnya yang hanya mencatat 596 pengungsi.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko, menyebutkan bahwa mayoritas dari warga yang bertahan di pengungsian adalah perempuan, dengan persentase mencapai lebih dari 60 persen.
"Data pengungsi ini masih bersifat dinamis dan berpotensi berubah sesuai situasi di lapangan," jelasnya.
Saat ini, warga terdampak dari 10 desa, termasuk Desa Pasuruhan Lor, Jati Wetan, hingga Gulang, tersebar di 11 posko darurat.
Gedung DPRD Kabupaten Kudus menjadi lokasi dengan daya tampung terbesar yang menampung 396 warga asal Kecamatan Undaan.
Lokasi lainnya meliputi berbagai fasilitas umum seperti balai desa, gedung NU Center, hingga kantor partai politik.
Meskipun genangan air di beberapa titik mulai menunjukkan tren penurunan, pemerintah masih mengandalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan curah hujan.
Eko berharap intervensi cuaca ini efektif mempercepat surutnya banjir.
Guna menjaga kesejahteraan warga, kebutuhan pokok seperti pangan, pakaian, dan obat-obatan dipastikan tersedia.
Selain itu, petugas juga memberikan perhatian khusus pada aspek psikologis anak-anak di pengungsian melalui penyediaan sarana permainan sebagai bagian dari upaya trauma healing.(*)
Editor : Thomas Priyandoko