Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Aksi Biduan Joget di Panggung Isra Mikraj Banyuwangi, Muhammadiyah: Hati-Hati, Jaga Marwah Agama!

Ari Arief • Senin, 19 Januari 2026 | 11:04 WIB

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dadang Kahmad.
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dadang Kahmad.

KALTIMPOST.ID, BANYUWANGI-Video viral yang memperlihatkan seorang penyanyi (biduan) berjoget di panggung peringatan Isra Mikraj di Banyuwangi, Jawa Timur, memicu respons negatif dari berbagai organisasi keagamaan.

Muhammadiyah secara terbuka menyampaikan kritiknya terkait rendahnya nilai kepantasan dalam kegiatan tersebut.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dadang Kahmad, menyatakan bahwa perpaduan antara peringatan hari besar Islam dengan hiburan musik yang tidak sesuai adalah tindakan yang sangat tidak tepat.

Ia menekankan pentingnya menjaga kesucian acara keagamaan dari hal-hal yang bersifat tercela.

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat Terbaru Bahasa Jawa, Isra Miraj dan Penampakan Neraka Jahannam

Beberapa poin utama yang disampaikan Dadang meliputi prinsip pemisahan, bahwa acara hiburan dan agenda religi harus dipisahkan secara jelas agar tidak menimbulkan salah paham atau pelecehan simbol.

Kewaspadaan panitia penyelenggara diminta lebih selektif dan berhati-hati dalam menyusun rangkaian acara agar marwah agama tetap terjaga.

Nilai adab hiburan yang mengumbar joget-joget dianggap bertentangan dengan prinsip dasar peringatan keagamaan.

“Penyelenggara harus waspada dan teliti, jangan sampai kegiatan keagamaan justru berakhir dengan citra yang buruk di mata masyarakat," ungkap Dadang, Senin (19/1/2026).

Klarifikasi Pihak Penyelenggara

Baca Juga: 10 Pidato Isra Miraj 2026 untuk Anak SD yang Sederhana dan Menyentuh, Cocok untuk Lomba

Di sisi lain, Hadiyanto selaku ketua Panitia Isra Mikraj Desa Parangharjo memberikan penjelasan terkait duduk perkara yang sebenarnya.

Ia mengakui bahwa video tersebut memang terjadi di wilayahnya, namun dengan beberapa catatan.

Waktu pelaksanaan sesi hiburan tersebut baru dimulai ketika seluruh rangkaian ibadah dan acara inti sudah ditutup secara resmi.

Ketiadaan tokoh agama Hadiyanto memastikan saat biduan tampil, para kiai serta tamu undangan terhormat sudah tidak lagi berada di lokasi acara.

Kegiatan itu diklaim sebagai hiburan dadakan khusus untuk para panitia sebagai pelepas lelah.

Menanggapi gejolak yang timbul, panitia telah melakukan mediasi dan memberikan pernyataan maaf secara terbuka melalui kepolisian di Polsek Songgon pada Jumat (16/1) malam sebagai upaya rekonsiliasi dengan masyarakat.(*)

Editor : Almasrifah
#muhammadiyah #biduan #banyuwangi #isra mikraj