Tidak hanya bagi dunia penerbangan, tapi juga para keluarga korban. Terlebih setelah korban kedua telah diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan.
Tim DVI melaporkan bahwa jenazah yang ditemukan pada Selasa (20/1/2026) lalu dipastikan merupakan Florencia Lolita Wibisono, salah satu pramugari yang bertugas dalam penerbangan tersebut.
Dalam konferensi pers di Makassar, Kombes Pol Muhamad Haris menjelaskan, identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data post mortem berkode 62B.01 dengan data ante mortem nomor AM004.
Kepala Pusident Bareskrim Polri Brigjen Pol Mashudi mengungkapkan, kondisi fisik jenazah yang relatif baik sangat membantu proses identifikasi.
Tim melakukan perbandingan manual pada sidik jari jempol kiri antara data yang ditemukan di jenazah dengan data pembanding. Hasilnya menunjukkan kecocokan yang sempurna secara ilmiah.
Profil Florencia Lolita Wibisono
Pramugari yang akrab disapa Olen ini berdomisili di Apartemen Walk Tower A, Jakarta Timur. Saat ini usia Florencia Lolita adalah 32 tahun. Ia merupakan bungsu dari 6 bersaudara.
Pramugari Olen dikenal sebagai sosok profesional di dunia penerbangan dengan pengalaman lebih dari 14 tahun sebagai pramugari.
Karir Florencia Lolita dimulai dari penerbangan regional hingga mengantarkannya pada posisi Senior Flight Attendant.
Ia juga pernah dipercaya sebagai Flight Attendant Company Checker sekaligus Instructor di PT Wings Abadi Airlines, dengan tanggung jawab memastikan standar keselamatan kabin dan kualitas pelayanan penerbangan.
Sebelum bergabung dengan Air Indonesia Transport (IAT), Olen menghabiskan sebagian besar kariernya di Lion Air selama sekitar 13–14 tahun.
Ia diketahui baru sekitar tiga bulan bertugas di pesawat ATR 42-500. Selain aktif sebagai pramugari, Olen juga kerap menjadi trainer bagi awak kabin baru dan membina kru junior.
Di luar pekerjaannya, ia tercatat sebagai mahasiswi aktif program S1 PJJ Ilmu Komunikasi di Universitas Pelita Harapan (UPH).
Florencia Lolita Berencana Menikah
Di tengah dedikasinya sebagai awak kabin, keluarga mengungkapkan bahwa Olen sebenarnya tengah mempersiapkan rencana pernikahan.
Kabar tersebut menjadi duka yang semakin mendalam bagi keluarga. Salah satu kerabat menyebutkan bahwa calon pasangan Olen berprofesi sebagai seorang pilot di salah satu maskapai penerbangan. (*)
Editor : Almasrifah