Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Identitas Terungkap! Korban Ketiga Tragedi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung Teridentifikasi

Ari Arief • Jumat, 23 Januari 2026 | 19:05 WIB

KONFERENSI PERS: Biddokkes Polda Sulsel gelar konferensi pers terkait penerimaan sejumlah jenazah korban pesawat ATR 42-500.
KONFERENSI PERS: Biddokkes Polda Sulsel gelar konferensi pers terkait penerimaan sejumlah jenazah korban pesawat ATR 42-500.

KALTIMPOST.ID,MAKASSAR-Upaya keras tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan dalam mengidentifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 kembali membuahkan hasil.

Satu lagi jenazah korban yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, perbatasan Pangkep-Maros, kini telah dipastikan identitasnya.

Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Muhammad Haris, mengungkapkan bahwa jenazah yang berada dalam kantong bernomor TM 62b.04 tersebut adalah seorang wanita. Kepastian ini diperoleh setelah tim ahli forensik melakukan sinkronisasi data postmortem dan antemortem yang sangat akurat.

"Berdasarkan pencocokan sidik jari, struktur gigi, atribut yang menempel pada tubuh, serta rekam medis, korban terkonfirmasi bernama Esther Aprilita (26), warga Perum Bukit Rancamaya, Caringin, Bogor," jelas Kombes Haris di Makassar, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga: Basarnas Serahkan Black Box Pesawat ATR 42-500 kepada KNKT

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Puro, menyebutkan bahwa kondisi jenazah Esther ditemukan dalam keadaan yang cukup baik oleh tim evakuasi.

Hal ini menjadi faktor kunci yang mempercepat kerja tim medis dalam memvalidasi data sebelum jenazah dipulangkan ke pihak keluarga di Jawa Barat.

Hingga saat ini, total tiga penumpang telah berhasil diidentifikasi dari empat kantong jenazah yang dievakuasi dari medan berat Bulusaraung. Ketiga korban tersebut

Adalah Florencia Lolita Wibisono (Olen) yang teridentifikasi Rabu (21/1), Deden Maulana (Pegawai KKP) teridentifikasi Kamis (22/1). Esther Aprilita teridentifikasi Jumat (23/1).

Saat ini, tim ahli medis dan forensik masih mendalami satu kantong jenazah tersisa. Kapolda menegaskan bahwa seluruh personel terus bekerja secara maksimal agar sisa proses identifikasi dapat rampung dalam waktu dekat.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#polda sulsel #rekam medis #wanita #identifikasi