Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Prediksi Cincin Api Muncul di Langit Jelang Ramadan, Ini Penjelasan Fenomena Gerhana Matahari Cincin

Ilmidza • Kamis, 29 Januari 2026 | 12:50 WIB
Ilustrasi fenomena cincin api yang akan muncul jelang Ramadan.
Ilustrasi fenomena cincin api yang akan muncul jelang Ramadan.

KALTIMPOST.ID,Fenomena langit kembali menyedot perhatian publik menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Kali ini, masyarakat dunia akan disuguhi peristiwa astronomi langka berupa gerhana matahari cincin atau yang kerap disebut cincin api. Fenomena tersebut diperkirakan terjadi pada 17 Februari 2026, beberapa pekan sebelum Ramadan dimulai.

Gerhana matahari cincin terjadi ketika posisi bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi, namun ukuran tampak bulan lebih kecil dibandingkan Matahari. Kondisi ini membuat bulan tidak sepenuhnya menutupi piringan Matahari. Akibatnya, bagian tepi Matahari masih terlihat dan membentuk lingkaran cahaya terang menyerupai cincin api di langit.

Dalam peristiwa ini, Matahari tidak menghilang sepenuhnya seperti pada gerhana total. Justru yang tampak adalah lingkaran cahaya tipis yang mengelilingi bayangan bulan. Fenomena tersebut kerap menjadi daya tarik bagi pengamat langit karena tampilannya yang unik dan jarang terjadi.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan Selama Ramadan 2026, Ini Pertimbangan Pemerintah

Fenomena cincin api menjelang Ramadan ini juga menarik perhatian karena berdekatan dengan penentuan kalender Hijriah. Pergerakan bulan yang menjadi kunci terjadinya gerhana matahari juga berkaitan erat dengan sistem penanggalan Islam, termasuk dalam penentuan awal Ramadan yang mengandalkan peredaran bulan.

Meski demikian, tidak semua wilayah dapat menyaksikan cincin api secara langsung. Jalur gerhana matahari cincin hanya melewati wilayah-wilayah tertentu di Bumi. Beberapa negara di belahan bumi selatan dan barat diperkirakan berada di jalur utama pengamatan, sementara wilayah lainnya hanya dapat menyaksikan gerhana sebagian atau bahkan tidak terlihat sama sekali.

Masyarakat yang berada di luar jalur utama tetap diimbau untuk tidak melihat Matahari secara langsung tanpa alat pelindung khusus. Mengamati gerhana matahari, termasuk cincin api, harus menggunakan kacamata khusus gerhana atau alat observasi yang aman agar tidak merusak mata.

Fenomena astronomi seperti gerhana matahari cincin kerap menjadi momentum edukasi sekaligus pengingat akan keteraturan alam semesta. Peristiwa ini juga menjadi catatan penting dalam kalender astronomi tahunan, terutama karena kemunculannya berdekatan dengan momen religius besar seperti Ramadan.

Dengan kemunculan cincin api di langit jelang Ramadan, masyarakat diimbau untuk menyikapinya secara ilmiah dan bijak, serta memanfaatkan momen ini sebagai sarana menambah wawasan tentang fenomena alam yang terjadi di sekitar Bumi.

Editor : Ilmidza
#gerhana matahari cincin api #Fenomena Gerhana Matahari Cincin Api