Kemensos Siap Dampingi Rehabilitasi Pascabencana Longsor Cisarua Bandung Barat
Thomas Dwi Priyandoko• Jumat, 6 Februari 2026 | 13:04 WIB
Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono saat memberikan keterangan kepada wartawan di lokasi longsor Cisarua (Foto : Alvin Islandar)
KALTIMPOST.ID-Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) menegaskan kesiapannya untuk terlibat langsung dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, mengatakan bahwa upaya pemulihan akan dilakukan secara bertahap setelah masa tanggap darurat dinyatakan berakhir. Proses tersebut diawali dengan evaluasi dan asesmen oleh pemerintah daerah.
“Setelah tanggap darurat selesai, pemerintah kabupaten akan melakukan evaluasi dan assessment sebagai dasar rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar Agus saat meninjau Posko Bencana Cisarua, Jumat (6/2/2026).
Hasil asesmen tersebut akan menjadi acuan dalam menentukan kebutuhan hunian warga, infrastruktur dasar, serta fasilitas pendukung lainnya. Jika anggaran Pemerintah Kabupaten Bandung Barat belum mencukupi, penanganan akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga pemerintah pusat.
Menurut Agus, tahap rehabilitasi tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah, tetapi juga mencakup penataan lingkungan dan infrastruktur penunjang kehidupan masyarakat.
“Lokasi hunian, akses jalan, listrik, hingga jaringan air akan dikaji secara menyeluruh, termasuk kemungkinan relokasi,” jelasnya.
Kemensos juga memastikan pendampingan bagi warga terdampak tidak berhenti pada masa darurat. Bantuan akan terus diberikan hingga masyarakat dapat menempati hunian tetap, termasuk dukungan kebutuhan rumah tangga.
“Setelah rehabilitasi dan rekonstruksi, kami tetap mendampingi masyarakat melalui bantuan pengisian rumah dan kebutuhan pokok,” tambah Agus.
Di sisi lain, ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama selama musim hujan yang berlangsung hingga April. Kewaspadaan dan respons cepat dinilai penting untuk mengurangi risiko.
“Kita harus meningkatkan kesiapsiagaan. Jika muncul tanda-tanda bahaya, masyarakat harus segera menjauh dari area rawan,” tegasnya.
Dengan komitmen tersebut, Kemensos berharap proses pemulihan pascabencana longsor di Cisarua dapat berjalan optimal serta memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana di masa mendatang.