KALTIMPOST.ID, Menjelang Ramadan 2026, penyaluran bantuan sosial mulai bergerak di berbagai daerah. Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dilaporkan sudah menerima saldo bansos melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Kementerian Sosial Republik Indonesia telah memulai distribusi bantuan reguler sejak awal bulan. Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp39,8 triliun untuk mendukung berbagai program bansos jelang Ramadan dan Lebaran tahun ini.
Sejumlah bank penyalur juga terpantau aktif mencairkan bantuan ke rekening KPM. Berdasarkan pantauan lapangan, penyaluran sudah berlangsung di beberapa wilayah.
Melalui Bank BRI, bantuan BPNT dilaporkan cair cukup merata di Jawa Timur, khususnya bagi pemilik KKS lama angkatan 2018. Sementara bantuan PKH tercatat telah masuk ke rekening warga di Gunung Sitoli.
Adapun Bank BNI menyalurkan saldo BPNT senilai Rp600 ribu untuk alokasi tiga bulan sekaligus kepada KPM di wilayah Medan dan Banten.
Saldo Masuk hingga Rp1,2 Juta
Sebagian penerima bahkan melaporkan saldo masuk mencapai Rp1,2 juta. Nominal tersebut merupakan akumulasi bantuan BPNT yang belum dicairkan pada tahap keempat tahun anggaran 2025, ditambah bantuan tahap pertama 2026.
Apabila pada sistem SIKS-NG sudah muncul status Standing Instruction (SI), maka dana sisa tahun lalu akan otomatis digabung dengan pencairan tahap awal tahun ini.
Baca Juga: Menjelang Ramadan 2026, Pemerintah Salurkan 3 Jenis Bansos, Ini Rincian Program dan Jadwalnya
Tiga Jenis Bansos Cair Jelang Ramadan
1. PKH dan BPNT Reguler
Program bantuan utama yang disalurkan pemerintah meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) periode Januari–Maret 2026 tahap pertama.
Total anggaran untuk dua bansos reguler ini mencapai Rp17,5 triliun. Penerima BPNT memperoleh Rp600 ribu untuk tiga bulan sekaligus, sementara nominal PKH menyesuaikan komponen masing-masing keluarga.
2. Bansos Adaptif Korban Bencana
Selain bansos reguler, pemerintah juga menyiapkan bansos adaptif bagi warga terdampak bencana alam, terutama di sejumlah wilayah Sumatra dan Jawa Barat.
Bantuan ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar agar masyarakat terdampak tetap bisa menyambut Lebaran dengan layak.
3. Bantuan Beras 10 Kg
Bantuan pangan berupa beras 10 kilogram mulai disalurkan bersamaan dengan tahap pertama bansos. Program ini merupakan respons pemerintah terhadap kenaikan harga beras yang sempat menembus Rp15 ribu per kilogram.
Target penerima bantuan beras mencapai 21,3 juta KPM, mayoritas merupakan penerima PKH dan BPNT.
Baca Juga: Full Senyum! Jelang Ramadan 2026, Enam Bansos Dijadwalkan Cair Januari–Maret
Sebanyak 12 wilayah prioritas menyalurkan bantuan melalui PT Pos Indonesia, meliputi:
-
Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau
-
DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten
-
Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara
-
Maluku dan Maluku Utara
Bagi KPM yang masih menunggu peralihan penyaluran dari Kantor Pos ke bank Himbara, pemerintah meminta masyarakat bersabar karena proses pembukaan rekening kolektif masih berjalan di sejumlah daerah.
Dengan terbitnya SP2D untuk bantuan beras dan bantuan pendidikan, pemerintah berharap kebutuhan dasar masyarakat tetap terjaga di awal 2026.
Menjelang Ramadan, pemerintah turut menyalurkan bantuan asistensi rehabilitasi sosial bagi lansia, penyandang disabilitas, serta anak yatim piatu. Total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp20 triliun.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa pihaknya telah mengerahkan pendamping sosial di berbagai daerah untuk memperbarui data penerima manfaat.
Langkah ini dilakukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Pendamping PKH kami libatkan untuk membantu proses pemutakhiran data,” ujar Gus Ipul, dikutip dari akun resmi media sosial Kemensos.
Editor : Ilmidza