Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Bantah Dugaan Penganiayaan, Ibu Tiri Santri di Sukabumi Sebut Luka Melepuh Akibat Penyakit

Ari Arief • Minggu, 22 Februari 2026 | 16:30 WIB

 

TR, ibu tiri (tengah)
TR, ibu tiri (tengah)

KALTIMPOST.ID, SUKABUMI-Di tengah gelombang spekulasi yang viral di media sosial, TR (47), ibu tiri dari almarhum NS (12), akhirnya memberikan klarifikasi terkait kondisi fisik sang anak yang memprihatinkan sebelum meninggal dunia.

Ia menegaskan bahwa luka melepuh di tubuh korban bukan disebabkan oleh tindakan kekerasan, melainkan dampak dari penyakit medis yang diderita.

TR secara terbuka membantah tuduhan penyiksaan yang diarahkan kepadanya.

Menurut penjelasannya, kondisi kulit NS yang tampak terbakar merupakan manifestasi dari penyakit serius, yakni kanker darah atau leukemia.

Penjelasan Medis Versi Keluarga

Baca Juga: Cabuli Anak Bawah Umur di Sawah, Polres Bone Tetapkan Empat Tersangka

Dalam keterangannya pada Sabtu (21/2/2026), TR mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang ia terima, luka-luka tersebut muncul akibat komplikasi penyakit dalam.

"Luka melepuh itu disebabkan oleh efek panas dalam dari kanker darah. Informasi ini juga didukung oleh keterangan saksi yang melihat diagnosis medis kemarin," jelas TR.

Ia juga menambahkan bahwa berdasarkan proses berita acara pemeriksaan (BAP) di kepolisian, terdapat diagnosa mengenai penyakit penyerta lainnya.

"Dari keterangan yang masuk ke BAP Polsek, anak kami didiagnosa menderita leukemia autoimun. Jadi, kondisi tersebut murni karena sakit," imbuhnya.

Kronologi Penanganan Medis

Baca Juga: Turis Ukraina Diduga Diculik di Bali, Polisi Gelar Razia Besar-besaran di Perbatasan Gianyar

TR turut menjelaskan momen saat NS dilarikan ke RSUD Jampangkulon pada Kamis pagi. Ia menepis tudingan bahwa pihak keluarga menelantarkan korban.

Meski demikian, ia mengaku tidak mendengar langsung penjelasan dokter saat pemeriksaan awal karena sedang mengurus administrasi.

"Saat itu saya fokus mengurus pendaftaran, sementara ayahnya yang mendampingi almarhum di ruang pemeriksaan. Jadi, saya tidak tahu persis apa yang disampaikan dokter saat itu," ungkap TR.

Menyesalkan Narasi Viral di Media Sosial

Baca Juga: DLH Prediksi Sampah Naik 20 Persen Saat Ramadan, Warga Diminta Tertib Jam Buang

Terkait video dan foto yang beredar luas, TR menyayangkan adanya pihak-pihak yang menggiring opini publik sebelum hasil medis resmi keluar.

Ia merasa keberatan dengan tindakan oknum yang melakukan interogasi kepada NS saat kondisinya sudah kritis, lalu mengunggahnya ke media sosial tanpa konteks yang jelas.

"Belum ada kejelasan, tapi sudah diunggah dan akhirnya menjadi konsumsi netizen yang menyudutkan. Padahal saat itu anak sedang kritis, tapi justru diminta mengakui hal yang tidak-tidak," sesalnya.

Menutup keterangannya, TR menyatakan kesiapannya untuk mengikuti seluruh prosedur hukum yang berlaku.

Di tengah derasnya kecaman publik, ia memilih untuk berserah diri. "Saya pasrah kepada Allah yang Maha Tahu.

Hukum manusia bisa dibuat-buat, tapi hukum Tuhan tidak. Saya berharap kebenaran segera terungkap," harapnya.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#komplikasi #sukabumi #penganiayaan #luka #ibu tiri