Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Dinilai Tak Masuk Akal, 743 Siswa di Kubu Raya Kalimantan Barat Boikot Menu Makan Gratis Pemerintah

Ari Arief • Rabu, 25 Februari 2026 | 09:22 WIB

Ilustrasi penolakan menu MBG.
Ilustrasi penolakan menu MBG.

KALTIMPOST.ID, KUBU RAYA-Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Barat (Kalbar) kembali memicu polemik.

Ratusan paket makanan yang didistribusikan ke SMA Negeri 1 Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, pada Selasa (24/2/2026), ditolak mentah-mentah oleh pihak sekolah.

Aksi penolakan ini merupakan bentuk protes kolektif dari 743 siswa dan 50 tenaga pendidik. Mereka menilai isi paket makanan yang diterima jauh dari standar pemenuhan gizi seimbang dan tidak sebanding dengan alokasi anggaran yang dikucurkan pemerintah.

Menu Dua Hari: Jagung dan Kelengkeng

Kekecewaan memuncak saat guru dan siswa melihat isi paket yang diklaim sebagai jatah untuk dua hari.

Paket tersebut berisi Setengah potong tongkol jagung, 5 butir kurma dan 3 buah kelengkeng, 1 buah jeruk, dan 1 potong kue pisang cokelat (piscok), serta 1buah bolu kukus.

Baca Juga: Ini Penampakan Menu MBG Selama Ramadan di Paser, Pelajar Mengaku Senang

"Kami sepakat menolak karena menu ini tidak masuk akal, baik dari sisi gizi maupun kecukupan budget-nya. Ini bukan cuma suara guru, anak-anak juga menolak," tegas Vivi Awalia, salah satu guru di sekolah tersebut.

Vivi menggarisbawahi bahwa tindakan ini bukan bermaksud melawan program pemerintah, melainkan sebuah kritik konstruktif. "Kami ingin ini jadi bahan evaluasi agar ada perbaikan nyata ke depannya," imbuhnya.

Pembelaan Pengelola: Standar Menu Ramadan

Menanggapi kegaduhan tersebut, Kepala Program MBG Wilayah Kalbar, Agus Kurniawi, memberikan klarifikasinya. Ia menjelaskan adanya perubahan Standar Operasional Prosedur (SOP) selama bulan suci Ramadan.

Baca Juga: Penyesuaian Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Balikpapan Selama Ramadan, Begini Wujudnya!

Menurut Agus, menu yang dibagikan memang sengaja dipilih dalam bentuk "makanan kering" untuk menjaga ketahanan pangan karena didistribusikan sejak pagi hari.

"Sesuai SOP Ramadan, kami memberikan menu kering seperti telur, buah, roti, atau pangan lokal. Tujuannya agar tidak cepat basi dan menghindari rasa pedas yang bisa mengganggu pencernaan saat berbuka," jelas Agus.

Ia juga menjamin bahwa seluruh produk yang dibagikan tetap mengacu pada prinsip gizi seimbang dan keamanan pangan, termasuk pengawasan masa kedaluwarsa serta izin PIRT.

Agus menekankan bahwa pihaknya membatasi penggunaan Ultra-Processed Food (UPF) atau makanan olahan pabrik sebagai hidangan utama.

Hingga saat ini, pihak pengelola MBG tingkat Kabupaten Kubu Raya belum memberikan pernyataan resmi terkait aksi penolakan massal di SMA Negeri 1 Rasau Jaya tersebut.(*)

Editor : Almasrifah
#sma negeri 1 #boikot #kalbar #kalimantan barat #menu #Mbg