KALTIMPOST.ID, Pertanyaan mengenai kapan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun anggaran 2026 dibuka terus menjadi sorotan publik. Antusiasme lulusan baru (fresh graduate) hingga tenaga honorer untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) tak kunjung surut.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantiniakhirnya angkat bicara terkait peluang pembukaan rekrutmen CPNS tahun ini.
Sinyal Kuat dari Gelombang Pensiun
Rini memberi sinyal positif soal kemungkinan dibukanya seleksi CPNS 2026. Salah satu alasannya adalah adanya gelombang pensiun besar-besaran.
Berdasarkan data Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, sekitar 160.000 Pegawai Negeri Sipil (PNS) memasuki masa pensiun sepanjang 2025. Kekosongan jabatan tersebut dinilai perlu segera diisi agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.
“Karena untuk pensiun sendiri tahun 2025 itu datanya sekitar 160 ribu,” ujar Rini, mengisyaratkan kebutuhan formasi pengganti cukup besar.
Jadwal Belum Bisa Dipastikan
Meski peluang terbuka lebar, Rini belum dapat memastikan kapan seleksi CPNS 2026 akan digelar. Ia menegaskan bahwa proses pembukaan rekrutmen membutuhkan tahapan panjang dan perhitungan matang.
“Mudah-mudahan ya (ada tes CPNS di 2026). Kalau waktu saya belum bisa bilang, karena prosesnya panjang,” jelasnya, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, pemerintah masih menghitung kesiapan anggaran negara, termasuk untuk pembiayaan tahapan seleksi hingga penggajian pegawai baru nantinya.
Baca Juga: Jutaan Pelamar Bersiap! MenPAN RB Pastikan CPNS 2026 Masuk Tahap Perhitungan, Ini Bocoran Formasinya
Prioritaskan Kompetensi
Saat ini, Kementerian PANRB tengah berkoordinasi dengan kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah untuk memetakan kebutuhan pegawai. Namun, penentuan formasi tidak semata-mata berdasarkan jumlah kekosongan.
Pemerintah menekankan pentingnya kompetensi spesifik yang sesuai kebutuhan organisasi dan tantangan birokrasi ke depan. Artinya, formasi CPNS 2026 akan lebih selektif dan berbasis kebutuhan nyata.
Bagi masyarakat yang berminat mengikuti seleksi, disarankan mulai mempersiapkan diri sejak sekarang, baik dari sisi administrasi maupun penguasaan materi dasar tes.
Editor : Ilmidza