KALTIMPOST.ID, JEMBER – Suasana khusyuk salat tarawih di Masjid Raya Pesona, Perumahan Pesona Raya Regency, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Jember, mendadak berubah mencekam.
Dentuman keras terjadi Senin malam (16/3) sekitar pukul 19.30 WIB, saat puluhan jemaah tengah menjalankan ibadah di bulan Ramadan. Suara ledakan yang muncul tiba-tiba membuat jemaah panik.
Sejumlah jemaah langsung berhamburan keluar masjid karena khawatir terjadi sesuatu yang membahayakan. Situasi sempat ricuh beberapa saat sebelum akhirnya kembali terkendali.
Ledakan disebut terjadi saat salat tarawih sudah memasuki rakaat ke-14. Informasi itu disampaikan takmir masjid, Muhammad Fadil, berdasarkan keterangan para jemaah yang berada di dalam saat kejadian.
“Saya mendapat keterangan dari jemaah yang berada di dalam masjid saat kejadian,” ujarnya.
Dampak ledakan tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kerusakan terlihat di area dekat tempat wudhu laki-laki. Plafon masjid rusak cukup parah, dan beberapa fasilitas seperti lemari buku ikut terdampak.
Getaran yang ditimbulkan disebut cukup kuat hingga membuat jam dinding di dalam masjid berhenti berfungsi.
“Kejadiannya sekitar pukul setengah delapan malam,” jelasnya.
Sumber ledakan diduga berasal dari area ruangan dekat tempat wudhu laki-laki.
Suara dentuman dilaporkan juga terdengar hingga ke lingkungan permukiman sekitar dan jalan depan kompleks perumahan.
Satu orang jemaah dilaporkan mengalami gangguan pendengaran akibat kerasnya ledakan dan langsung dilarikan ke RSUD dr Soebandi untuk mendapat perawatan.
Aparat dari Polres Jember bergerak cepat ke lokasi. Area masjid langsung disterilisasi dan dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
Kasat Reskrim Angga Riatma menyebut pihaknya juga mendatangkan tim penjinak bom untuk membantu olah tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi mengimbau warga tidak mendekati lokasi hingga proses penyelidikan selesai. Aktivitas di masjid untuk sementara dihentikan demi alasan keamanan.
Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih menjadi misteri. Polisi memastikan penyelidikan dilakukan menyeluruh untuk mengungkap sumber dentuman yang mengganggu ibadah tersebut.
Editor : Thomas Priyandoko