Peristiwa itu terungkap setelah korban mengadu kepada orang tuanya usai berbuka puasa beberapa hari lalu. Dalam pengakuannya, korban mengaku mengalami tindakan kasar hingga dibanting oleh pelaku.
Ayah korban, Sulaiman, mengatakan kejadian tersebut semakin jelas setelah pihak keluarga melihat rekaman video yang beredar. Dari video itu, terlihat aksi kekerasan yang dinilai cukup membahayakan kondisi anak.
Menurut keterangan yang diterima keluarga saat meminta klarifikasi, pelaku mengaku emosi karena korban secara tidak sengaja menggores mobil milik seorang kiai yang juga pemilik musala.
Meski pelaku sempat datang untuk meminta maaf sehari setelah kejadian, pihak keluarga tetap melanjutkan kasus ini ke jalur hukum. Mereka menilai tindakan tersebut sudah melampaui batas dan tidak dapat dibenarkan sebagai bentuk pembinaan.
Saat ini, kasus tersebut telah ditangani aparat kepolisian melalui unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Probolinggo Kota. Penanganan dilakukan untuk memastikan proses hukum berjalan serta memberikan perlindungan terhadap korban.
Keluarga berharap kejadian serupa tidak terulang, serta menjadi perhatian semua pihak agar metode pendidikan terhadap anak tidak dilakukan dengan kekerasan.
Editor : Uways Alqadrie