KALTIMPOST.ID, Pihak Istana menegaskan bahwa PT Pertamina (Persero) belum akan melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM), baik untuk jenis subsidi maupun nonsubsidi. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, usai Kementerian ESDM dan Pertamina melakukan koordinasi berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Oleh karena itu, Pertamina menyatakan belum ada rencana penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi,” kata Prasetyo dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026). Dengan demikian, masyarakat tidak perlu mengantisipasi kenaikan harga BBM pada 1 April 2026.
Prasetyo berharap penegasan ini bisa memberikan informasi yang lebih jelas dan akurat. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak panik karena ketersediaan BBM dalam negeri masih aman. “Kami jamin stok BBM cukup, jadi masyarakat tidak perlu resah atau khawatir. Semua telah dijaga dengan baik,” ujarnya.
Baca Juga: Heboh di Media Sosial, Harga BBM Pertamina Naik per 1 April Besok! Begini Fakta Sebenarnya
Menambahkan, Prasetyo menegaskan bahwa Presiden selalu mengutamakan kepentingan rakyat dalam setiap keputusan yang diambil.
Hal ini sekaligus merespons beredarnya dokumen proyeksi kenaikan harga BBM nonsubsidi di media sosial, yang mencantumkan beberapa jenis BBM seperti Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengingatkan publik untuk tidak berspekulasi sebelum ada pengumuman resmi dari Pertamina. “Informasi di media sosial soal kenaikan harga BBM belum dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan kembali bahwa sampai saat ini belum ada keputusan resmi terkait penyesuaian harga BBM per 1 April 2026.
Dengan penegasan resmi ini, masyarakat diharapkan dapat tenang dan fokus pada penggunaan BBM secara normal tanpa perlu khawatir akan adanya lonjakan harga.