KALTIMPOST.ID, SOLO – Polemik tudingan ijazah palsu yang kembali mencuat menyeret sejumlah nama tokoh nasional. Menanggapi hal itu, Presiden ke-7 RI Joko Widodo memilih bersikap hati-hati dan tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan.
Nama Puan Maharani, Agus Harimurti Yudhoyono, serta Rizieq Shihab belakangan ikut dikaitkan dalam isu yang beredar luas di publik. Namun Jokowi menegaskan dirinya tidak ingin menanggapi spekulasi yang belum jelas kebenarannya.
Baca Juga: Jadwal MotoGP Spanyol 2026 Lengkap Jam Tayang Trans7, Veda Ega Bidik Comeback di Moto3
Ditemui di kediamannya di kawasan Banjarsari, Solo, Jokowi menyatakan bahwa seluruh proses harus diserahkan kepada mekanisme hukum yang berlaku. Ia menolak memberikan penilaian terhadap pihak mana pun yang disebut dalam isu tersebut.
“Saya tidak mau berspekulasi dan tidak ingin menuduh siapa pun. Biarkan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Isu ini juga sempat dikaitkan dengan pernyataan Rismon Sianipar yang kini tengah menghadapi proses hukum dan mengajukan penyelesaian melalui restorative justice. Meski demikian, Jokowi tetap memilih irit komentar.
Polemik ijazah palsu yang kembali bergulir memicu beragam spekulasi, termasuk dugaan adanya kepentingan tertentu di balik penyebaran isu tersebut. Bahkan, muncul kabar yang mengaitkannya dengan aliran dana, meski belum ada bukti resmi.
Baca Juga: Daftar Lengkap Mutasi TNI AL 2026: Laksdya Edwin Resmi Wakasal, Ini Susunan Pejabat Baru
Jokowi pun mengingatkan publik untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia menekankan pentingnya menunggu hasil penyelidikan agar tidak terjadi kesimpangsiuran.
Editor : Uways Alqadrie