KALTIMPOST.ID, SUMEDANG – Bencana tanah longsor melanda wilayah Dusun Ciranggon, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Rabu (8/4) malam.
Dua rumah warga dilaporkan rusak parah, sementara satu orang hingga kini masih tertimbun material longsor.
Operasi pencarian korban longsor di Dusun Ciranggon, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, masih terus berlanjut.
Baca Juga: Mutasi TNI AD April 2026, Ini Daftar Pangdam Baru dan Kapuskesad yang Resmi Dilantik
Memasuki hari kedua, Kamis (9/4), tim SAR gabungan kembali menyisir lokasi untuk menemukan satu warga yang masih tertimbun material.
Tim dari Basarnas bersama unsur gabungan lainnya bergerak sejak pagi hari. Proses diawali dengan asesmen kondisi lapangan guna memastikan titik pencarian serta memetakan area kerja yang dinilai aman bagi personel.
Dari total delapan warga yang terdampak dalam peristiwa tersebut, tujuh orang berhasil selamat. Sementara satu korban, yakni Supendi (63), hingga kini masih belum ditemukan.
Petugas kemudian melanjutkan kegiatan dengan pembagian tugas serta briefing terkait standar operasional pencarian. Metode yang digunakan meliputi pencarian manual hingga teknik khusus untuk memastikan seluruh area terdampak bisa disisir secara maksimal.
Baca Juga: Persipura Jayapura Tetap Optimis, Tiket Promosi ke Super League Masih Bisa Direbut
Meski demikian, kondisi tanah yang masih labil menjadi tantangan tersendiri di lapangan. Petugas harus ekstra waspada terhadap potensi longsor susulan yang bisa membahayakan tim pencari.
Upaya pencarian terus dioptimalkan dengan harapan korban segera ditemukan, seiring cuaca yang diharapkan bersahabat agar proses evakuasi berjalan lancar.
Korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Pepen Supendi (60). Ia diduga tertimbun saat berada di dalam rumah ketika longsor terjadi. Sementara tiga korban lainnya berhasil dievakuasi dan kini menjalani perawatan di RSUD Umar Wirahadikusumah.
Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila, mengatakan peristiwa terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Kondisi itu memicu pergerakan tanah yang langsung menghantam permukiman warga.
“Korban saat itu sedang beristirahat di rumah. Tiba-tiba longsor datang dan menghantam bangunan,” ujarnya.
Meski sebelumnya wilayah tersebut telah dipantau, lokasi kejadian disebut belum masuk kategori zona merah rawan longsor. Namun intensitas hujan tinggi diduga menjadi faktor utama terjadinya bencana.
Proses pencarian korban sempat dilakukan hingga malam hari, melibatkan tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, hingga Basarnas. Namun upaya tersebut terpaksa dihentikan sementara karena kondisi tanah masih labil dan berisiko terjadi longsor susulan.
Baca Juga: 10 Tuntutan Iran Terungkap! AS Nilai Tak Realistis, JD Vance Sebut Seperti Karya ChatGPT hu
“Keselamatan petugas jadi prioritas. Pencarian akan dilanjutkan saat kondisi memungkinkan,” tambahnya.
Selain merusak rumah, longsor juga menghantam kandang ternak milik warga. Dari 10 ekor kambing, sembilan dilaporkan mati tertimbun material, sementara satu ekor berhasil selamat.
Editor : Uways Alqadrie