KALTIMPOST.ID, BANTEN - Seorang mahasiswa di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa berinisial MZ terseret kasus dugaan pelecehan seksual setelah aksinya merekam perempuan di dalam toilet terbongkar.
Dari hasil pemeriksaan kepolisian, pelaku mengaku telah melakukan perbuatannya berulang kali di sejumlah lokasi.
Kabid Humas Polda Banten, Maruli Ahiles Hutapea, mengungkapkan bahwa MZ tercatat sudah enam kali melakukan aksi serupa. Dua di antaranya terjadi di lingkungan kampus, sementara empat lainnya dilakukan di toilet SPBU di wilayah Banten.
Baca Juga: Mutasi TNI AD April 2026, Ini Daftar Pangdam Baru dan Kapuskesad yang Resmi Dilantik
Kasus ini mencuat setelah seorang dosen perempuan berinisial LK memergoki langsung aksi pelaku di toilet kampus di kawasan Pakupatan, Kota Serang. Saat itu, korban melihat pelaku merekam dari celah pintu dan langsung mengamankannya.
Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui seluruh perbuatannya. Polisi juga menemukan sejumlah rekaman video di ponsel milik MZ yang memperkuat dugaan tersebut. Kepada penyidik, pelaku berdalih aksi itu dilakukan untuk kepentingan pribadi dan tidak untuk disebarkan.
Meski demikian, aparat kepolisian tetap mendalami kasus ini dan berencana meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan. Saat ini, MZ masih berstatus sebagai saksi terlapor.
Pihak kepolisian juga mengingatkan pengelola fasilitas umum, termasuk kampus dan SPBU, agar meningkatkan pengawasan, terutama di area sensitif seperti toilet, guna mencegah kejadian serupa terulang.
Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dengan ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun.
Sementara itu, pihak kampus melalui perwakilan humas menyatakan telah memberikan pendampingan kepada korban, baik secara psikologis maupun dalam proses pelaporan ke pihak berwajib. Hingga kini, laporan resmi baru berasal dari satu korban, namun kemungkinan adanya korban lain masih didalami.
Baca Juga: Iran Tutup Selat Hormuz Lagi Usai Serangan Israel Tewaskan 254 Orang di Lebanon
Presiden Mahasiswa Untirta, Muhammad Ridham, menyebut pelaku sempat berusaha kabur saat aksinya diketahui. Namun teriakan korban mengundang perhatian mahasiswa lain dan petugas keamanan, sehingga pelaku berhasil diamankan di lokasi.
Dari hasil pemeriksaan awal terhadap ponsel pelaku, ditemukan sejumlah file video yang diduga berisi rekaman korban lain dengan modus serupa. Kasus ini kini menjadi perhatian serius dan terus ditangani oleh aparat serta pihak kampus.
Editor : Uways Alqadrie