Kemendikdasmen, Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan UNICEF Kolaborasi Demi Tingkatkan Literasi dan Numerasi

Redaksi KP • Dipublikasikan Kamis, 9 April 2026 | 18:03 WIB
MULTIPIHAK: Mendikdasmen RI, Abdul Mu
MULTIPIHAK: Mendikdasmen RI, Abdul Mu'ti (kedua kiri) bersama perwakilan Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan UNICEF dalam kolaborasi multipihak guna meningkatkan literasi dan numerasi siswa.

JAKARTA – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar terus diperkuat. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggandeng Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan UNICEF dalam kolaborasi multipihak guna meningkatkan literasi dan numerasi siswa.

Kolaborasi ini dicanangkan secara resmi di Jakarta, Rabu (9/4), sebagai respons atas tantangan kemampuan dasar siswa yang masih perlu ditingkatkan.

Data Programme for International Student Assessment menunjukkan capaian literasi membaca dan matematika siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara OECD. Hanya sekitar 25 persen siswa yang berada di atas rata-rata literasi membaca, dan 18 persen pada matematika.

Baca Juga: Kolaborasi dengan Tanoto Perkuat Kota Ramah Anak Balikpapan, Kesadaran Kesehatan Mental Meningkat

Mendikdasmen RI, Abdul Mu'ti menegaskan, penguatan kemampuan dasar harus dimulai sejak kelas awal sekolah dasar.

“Kerja sama ini penting dengan fokus pada siswa kelas 1 hingga 3. Kemampuan membaca dan berhitung menjadi fondasi utama dalam penguasaan ilmu lainnya,” ujarnya.

Ia menekankan tiga fokus utama, yakni penguatan kompetensi melalui pendekatan pembelajaran yang tepat, penumbuhan kebiasaan membaca, serta penerapan pendekatan numerasi berbasis logika sejak dini.

Program kolaborasi ini menyasar 500 sekolah dasar negeri dengan melibatkan sekitar 1.500 guru dan kepala sekolah, serta ditargetkan menjangkau sedikitnya 45 ribu siswa hingga 2029.

Head of Learning Environment Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati menyebut, peran guru menjadi kunci dalam memastikan keberhasilan program.

“Dengan dukungan praktik pembelajaran yang efektif dan pemanfaatan data asesmen, guru dapat menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai kebutuhan siswa,” jelasnya.

Baca Juga: Rumah Anak SIGAP Tanoto Foundation Jadi Model Intervensi Pengasuhan Anak Perkotaan, Balikpapan Jadi Percontohan

Sementara itu, Direktur Global Education Gates Foundation, Benjamin Piper menilai, fondasi kuat dalam membaca dan matematika akan membuka peluang anak untuk berkembang lebih jauh.

UNICEF Indonesia melalui perwakilannya, Maniza Zaman menambahkan, pendidikan berkualitas merupakan hak dasar setiap anak sekaligus kunci menuju visi Generasi Emas 2045.

“Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat keterampilan dasar anak agar siap berkontribusi bagi masa depan Indonesia,” ujarnya.

Program ini juga melibatkan enam daerah sebagai percontohan, yakni Kota Medan, Pematangsiantar, Batang Hari, Tegal, Ende, dan Sikka. Pendekatan yang diterapkan meliputi penguatan praktik pembelajaran di kelas, pemanfaatan data asesmen diagnostik, serta penyelarasan kebijakan pusat dan daerah. (kpg/rdh)

Editor : Muhammad Ridhuan
literasi membaca unicef kemendikdasmen tanoto foundation Mendikdasmen Abdul Mu ti