Negosiasi Damai Gagal: Trump Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Tembus 100 Dolar Per Barel

Almasrifah • Dipublikasikan Senin, 13 April 2026 | 09:27 WIB
Foto ilustrasi. Presiden AS Donald Trump umumkan blokade Selat Hormuz. (Radar Tuban)
Foto ilustrasi. Presiden AS Donald Trump umumkan blokade Selat Hormuz. (Radar Tuban)

KALTIMPOST.ID, Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel semakin memanas setelah upaya perundingan damai di Islamabad selama 21 hari berakhir tanpa kesepakan.

Kini Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan memblokade penuh Selat Hormuz. Trump juga akan mencegat kapal-kapal yang membayar izin lintas kepada Iran.

Angkatan Laut AS juga diperintahkan menghancurkan ranjau laut di perairan tersebut dan memburu kapal yang melanggar ketentuan blokade.

“Efektif segera, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses memblokade setiap kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz,” tulis Trump di media sosialnya, dilansir dari idnfinancials.com, Senin (13/4/2026).

Dampak kebijakan ini langsung terasa di pasar energi global. Harga minyak melonjak tajam, dengan Brent menembus US$ 102 per barel dan WTI melampaui US$ 104 per barel.

Hal ini dipicu akan kekhawatiran terganggunya pasokan minyak dunia. Kepala riset energi MST Marquee, Saul Kavonic, menilai pasar kembali berada dalam tekanan tinggi.

“AS berpotensi memblokir hingga 2 juta barel per hari aliran minyak terkait Iran melalui Selat Hormuz,” ujarnya dikutip dari beritasatu.com.

Sementara itu dari pihak Iran, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) memperingatkan bahwa setiap kapal militer yang mendekat akan dianggap melanggar gencatan senjata dan dapat ditindak tegas.

Namun, kapal sipil masih diperbolehkan melintas dengan ketentuan tertentu.

Situasi ini memicu kekhawatiran global terhadap kelanjutan gencatan senjata yang baru berlangsung sekitar dua pekan.

Langkah blokade ini dinilai berisiko memperburuk konflik geopolitik sekaligus mengguncang stabilitas ekonomi global, terutama bagi negara-negara yang bergantung pada pasokan energi dari kawasan Teluk. (*)

Editor : Almasrifah
selat hormuz blokade amerika serikat iran donald trump