Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Harga Beras Naik di 83 Daerah, Bapanas Minta Percepat Distribusi Bulog

Dwi Puspitarini • Minggu, 19 April 2026 | 12:52 WIB
Ilustrasi cadangan beras Bulog.
Ilustrasi cadangan beras Bulog.

KALTIMPOST.ID, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan instruksi khusus kepada Perum Bulog untuk mempercepat penyaluran beras ke masyarakat.

Langkah ini diambil karena harga beras terpantau masih mengalami kenaikan di sejumlah titik, meskipun secara rata-rata nasional kondisi sebenarnya masih relatif aman dan terkendali.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada minggu kedua April 2026, tantangan terkait harga beras ini terlihat nyata di 83 kabupaten dan kota.

Baca Juga: Kabar Gembira! Gaji ke-13 PPPK 2026 Cair, Nominal Terbesar Rp4.462.500, Yuk Intip Besaran Terbarunya di Sini

Bahkan, 41 wilayah di antaranya mencatatkan harga yang sudah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), terutama di wilayah Sumatera Utara hingga Sulawesi Utara.

Pemerintah terus berupaya melakukan intervensi pasar agar harga beras medium tidak membebani kantong masyarakat.

Melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), pemerintah menargetkan penyaluran beras dalam skala besar untuk meredam gejolak di tingkat pedagang eceran maupun pasar tradisional.

Baca Juga: Gaji ke-13 2026 Cair Mulai Juni, Bakal Dibayar Full atau Dipotong? Ini Kata Menkeu

Target Penyaluran Beras yang Belum Maksimal

Pemerintah sebenarnya telah memasang target yang cukup ambisius untuk menjaga stabilitas pangan tahun ini.

Bapanas menargetkan penyaluran beras melalui program SPHP bisa menyentuh angka 828 ribu ton hingga akhir tahun 2026.

Namun, hingga memasuki pertengahan April, jumlah yang tersalurkan baru berada di kisaran 111,2 ribu ton atau masih jauh dari target total yang ditetapkan.

Kondisi ini memicu perhatian serius karena di beberapa wilayah strategis seperti DKI Jakarta dan Banten, realisasi penyalurannya masih tergolong rendah.

Baca Juga: Guru Kaget! Status Info GTK Mendadak Berubah Warna Biru Lagi, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Oleh karena itu, Bulog didorong untuk melakukan percepatan distribusi agar tidak terjadi kekosongan stok di pasar-pasar utama yang bisa memicu spekulasi harga lebih lanjut di tingkat konsumen.

Bantuan Pangan Gratis untuk Jutaan Keluarga

Selain melakukan intervensi lewat pasar murah, pemerintah juga menjalankan program bantuan sosial yang sangat masif sebagai jaring pengaman ekonomi.

Sebanyak 33,2 juta keluarga di seluruh Indonesia dijadwalkan menerima paket bantuan berupa 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng secara gratis.

Langkah ini diharapkan bisa menjaga daya beli warga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Baca Juga: Wajib Cek Kalender! Ada 'Libur Nasional Beruntun' di Mei 2026, Mau Liburan ke Mana?

Hingga tanggal 15 April, sebanyak 87,4 juta kg beras dan belasan juta liter minyak goreng sudah sampai ke tangan warga di 34 provinsi.

Meski distribusi di beberapa wilayah pedalaman Papua masih menemui kendala akses, pemerintah berkomitmen untuk terus menyisir area yang belum terjangkau agar bantuan ini dirasakan secara merata oleh masyarakat yang membutuhkan.

Rekor Stok Beras Terbesar Sepanjang Sejarah

Di balik tantangan distribusi, Indonesia sebenarnya memiliki kabar baik yang sangat melegakan terkait ketahanan pangan.

Saat ini, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola oleh Bulog berhasil mencapai angka 4,75 juta ton.

Angka ini tercatat sebagai rekor stok tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka, yang memberikan ruang bagi pemerintah untuk lebih leluasa melakukan intervensi jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan harga.

Baca Juga: Wisatawan di Sumenep Temukan 'Harta Karun' Senilai Ratusan Miliar, Ternyata Isinya Kokain Seberat 22 Kg

Melimpahnya cadangan pangan ini terbukti ampuh dalam menekan laju inflasi. Pada Maret 2026, angka inflasi untuk komoditas beras hanya berada di level 0,65 persen, sebuah angka yang jauh lebih rendah dan stabil jika dibandingkan dengan lonjakan harga yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Dengan stok yang melimpah dan percepatan distribusi, diharapkan harga pangan di seluruh daerah akan segera stabil dalam waktu dekat.

Daftar Penyaluran Bantuan Pangan (Hingga 15 April 2026):

·         Total Penerima: 33,2 Juta Keluarga

·         Beras Tersalurkan: 87,4 Juta Kg

·         Minyak Goreng Tersalurkan: 17,5 Juta Liter

·         Cakupan Wilayah: 34 Provinsi (Tahap percepatan untuk wilayah Papua)***

Editor : Dwi Puspitarini
#harga beras #stok beras #beras #perum bulog #Bapanas