KALTIMPOST.ID, Kabar gembira bagi para tenaga pendidik di seluruh Indonesia. Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP) periode April 2026 dilaporkan telah mulai diterbitkan melalui laman Info GTK.
Munculnya status "Valid" pada sistem tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pencairan tunjangan sertifikasi guru 2026 hanya tinggal menghitung hari.
Penerbitan SKTP April 2026 ini merupakan langkah krusial dalam alur birokrasi tunjangan profesi.
Para guru kini bisa bernapas lebih lega karena proses administrasi pusat telah berjalan sesuai jadwal. Lantas, kapan uangnya benar-benar masuk ke rekening?
Berdasarkan alur yang berlaku, terbitnya SKTP bukanlah titik akhir, melainkan gerbang menuju proses transfer.
Data para guru kini memasuki tahap verifikasi akhir dan pengajuan rekomendasi pembayaran ke Kementerian Keuangan.
Jika menilik pola yang sudah-sudah, dana tunjangan sertifikasi guru 2026 diperkirakan akan mendarat di rekening pada akhir pekan ini atau paling lambat dua minggu setelah SKTP terbit.
Menariknya, bagi guru yang belum menerima haknya sejak awal tahun, terdapat peluang untuk menerima pembayaran secara rapel hingga empat bulan sekaligus.
Kabar Kenaikan Tunjangan dan Skema Pembayaran
Pemerintah dalam RAPBN 2026 memang memberikan perhatian khusus pada sektor pendidikan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, memberikan angin segar terkait peningkatan nominal dan perubahan skema penyaluran.
"Tunjangan guru non ASN sebesar Rp2 juta. Tunjangan guru ASN sebesar gaji pokok, dengan bonus, akan ditransfer langsung. Sementara itu, saat ini kita hanya bisa mentransfer setiap tiga bulan. Tahun depan, kita usahakan bisa mentransfer setiap bulan," ujar Mu'ti dalam acara Puncak peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, November 2025 lalu.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Prof Nunuk Suryani, menambahkan bahwa transisi menuju sistem bulanan ini sedang dimatangkan secara lintas sektoral.
“Kebijakan baru ini sedang dipersiapkan secara bertahap dengan melibatkan berbagai kementerian seperti Kemendikdasmen dan Kementerian Keuangan untuk penyalurannya,” ungkap Prof Nunuk.
Baca Juga: Guru Kaget! Status Info GTK Mendadak Berubah Warna Biru Lagi, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Mengapa Tunjangan Tiap Guru Berbeda Waktu Cair?
Meski SKTP sudah terbit, kecepatan pencairan bisa bervariasi antar daerah. Jangan panik jika rekan sejawat Anda sudah menerima dana lebih dulu.
Ada beberapa faktor teknis yang memengaruhi kelancaran tunjangan profesi guru:
· Kecepatan Dinas Pendidikan: Proses pengolahan data di tingkat daerah sangat menentukan.
· Validasi Rekening: Pastikan rekening bank masih aktif dan sesuai dengan data di sistem.
· Kelengkapan Data Info GTK: Status aktivitas guru harus terpantau hijau dan sah.
· Administrasi Pusat: Antrean proses di kementerian sebelum dana diteruskan ke Bank Penyalur.
Baca Juga: Belum Punya Sertifikat Pendidik? Tenang, Bapak/Ibu Guru Masih Bisa Dapat Cuan Ini
Tips Agar Pencairan TPG Lancar Tanpa Hambatan
Untuk memastikan kesejahteraan guru tetap terjaga dan dana cair tanpa kendala administrasi, Bapak/Ibu guru disarankan melakukan langkah preventif berikut:
1. Cek Info GTK secara berkala: Pastikan status validasi sudah benar dan tidak ada tanda peringatan.
2. Verifikasi Data Rekening: Jangan melakukan perubahan data rekening mendadak tanpa koordinasi.
3. Pantau Notifikasi Sistem: Baca setiap catatan kecil yang muncul pada laman GTK.
4. Komunikasi dengan Operator: Segera hubungi operator sekolah jika ditemukan ketidaksinkronan data yang mencurigakan.***
Editor : Dwi Puspitarini