KALTIMPOST.ID, SINDARA belakangan ramai diperbincangkan di kalangan guru. Banyak yang mengira fungsi SINDARA berkaitan langsung dengan karier, sertifikasi, hingga tunjangan profesi. Padahal, fungsi SINDARA tidak seperti yang beredar di media sosial.
Fungsi SINDARA sejatinya adalah sebagai sistem pendukung berbasis data. Sistem ini membantu pemerintah dalam memetakan kebutuhan pelatihan guru secara lebih tepat sasaran.
Dengan begitu, pelatihan guru tidak lagi bersifat umum, melainkan sesuai kebutuhan nyata di lapangan.
Melalui fungsi SINDARA, data pengembangan kompetensi guru dapat dikelola secara terstruktur.
Hal ini justru bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan menentukan nasib karier guru.
SINDARA Bukan Penentu Karier atau Sertifikasi
Fungsi SINDARA kerap disalahpahami sebagai alat penentu kelulusan sertifikasi atau pemberian tunjangan.
Anggapan ini tidak tepat. SINDARA tidak memiliki kewenangan dalam menentukan status profesional guru.
Sistem ini juga tidak digunakan untuk menilai kelayakan karier seorang pendidik. Perannya lebih administratif, yaitu merekam jejak pelatihan yang telah diikuti guru.
Dengan demikian, tidak ada dampak langsung SINDARA terhadap karier maupun sertifikasi.
Kekhawatiran yang muncul umumnya dipicu oleh perubahan kebijakan pendidikan yang terjadi belakangan ini. Namun secara fungsi, SINDARA hanya berperan sebagai alat bantu.
Baca Juga: SKTP April 2026 Sudah Terbit, Tunjangan Profesi Guru Cair Pekan Depan? Cek Faktanya!
Terintegrasi dengan Dapodik dan LMS RGTK
Kekuatan utama fungsi SINDARA terletak pada integrasinya dengan Dapodik dan LMS RGTK. Integrasi ini membuat pengelolaan data menjadi lebih efisien dan akurat.
Melalui sistem yang saling terhubung, guru tidak perlu lagi menginput data berulang kali. Data yang sudah ada di Dapodik dapat langsung dimanfaatkan dalam SINDARA.
Selain itu, riwayat pelatihan guru juga tercatat secara sistematis melalui LMS RGTK. Hal ini memudahkan guru dalam memantau perkembangan kompetensinya dari waktu ke waktu.
Pemerintah juga dapat menggunakan data tersebut untuk mengevaluasi efektivitas program pelatihan yang telah dijalankan.
Baca Juga: Mau Daftar CPNS 2026? Intip Bocoran Formasi dan Ada Perbedaannya dengan PPPK
Pelatihan Guru Jadi Lebih Tepat Sasaran
Hadirnya fungsi SINDARA menandai perubahan dalam sistem pelatihan guru. Jika sebelumnya pelatihan bersifat seragam, kini menjadi lebih personal dan berbasis kebutuhan.
Melalui pemetaan data di SINDARA, setiap guru dapat memperoleh rekomendasi pelatihan yang sesuai dengan kondisi di kelas masing-masing. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam meningkatkan kualitas pengajaran.
Dengan sistem ini, waktu dan tenaga yang dikeluarkan guru untuk mengikuti pelatihan menjadi lebih optimal. Hasilnya diharapkan langsung berdampak pada peningkatan kualitas belajar siswa.
Jika dipahami secara utuh, fungsi SINDARA justru mendukung pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan. Sistem ini bukan ancaman, melainkan alat strategis berbasis data.
Pemanfaatan SINDARA secara maksimal dapat membantu pemerataan kualitas pendidikan. Program pelatihan menjadi lebih relevan, terarah, dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Dengan demikian, kekhawatiran terhadap SINDARA seharusnya bisa diminimalkan. Fokus utamanya tetap pada peningkatan kualitas guru dan pembelajaran siswa.***
Editor : Dwi Puspitarini